Menag ajak ASN hingga tokoh agama jadi agen Perlinsos
Sabtu, 3 Oktober 2026 15:52 WIB
Menteri Agama Nasaruddin Umar. ANTARA/HO-Kemenag
Jakarta (ANTARA) - Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Agama, tenaga pendidik, hingga para tokoh agama dan santri untuk bergerak bersama menjadi agen Perlindungan Sosial (Perlinsos).
Ajakan tersebut disampaikan Menag menyusul upaya pemerintah yang tengah melakukan pendataan penerima bantuan sosial agar bisa menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
“Mari bergerak bantu sesama. Jangan biarkan ada tetangga kita yang terpuruk karena kemiskinan ekstrem, sakit, atau putus sekolah tanpa ada perhatian dari kita,” ujar Menag dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.
Agen Perlinsos ini diharapkan dapat memastikan bantuan sosial tepat sasaran serta membantu warga yang membutuhkan di sekitar lingkungan masing-masing.
Langkah itu juga menjadi bagian dari upaya mendukung program perlindungan sosial nasional sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
Menag menyampaikan bahwa kepedulian sosial merupakan panggilan iman dan wujud nyata persaudaraan yang diajarkan oleh seluruh agama.
Ia juga menekankan pentingnya peran aktif seluruh jajaran Kementerian Agama, termasuk guru, dosen, penyuluh, penghulu, pembimas, hingga kiai dan santri untuk hadir sebagai agen Perlinsos dan memberikan pendampingan masyarakat untuk melakukan pendataan.
Menag berpesan bahwa langkah ini harus dilaksanakan dengan landasan ikhlas, jujur, dan penuh dedikasi demi menjaga kemaslahatan umat serta martabat kemanusiaan.
Sementara itu, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Abu Rokhmad mengatakan Kementerian Agama memiliki peran strategis dalam sosialisasi program Perlinsos.
Kemenag memiliki jejaring yang banyak dan bisa menjangkau masyarakat luas. Kemenag setidaknya membina 38 ribu penyuluh agama dan 13 ribu penghulu.
“Selain itu, juga ada para guru, guru madrasah, kemudian juga ormas keagamaan, majelis taklim, termasuk juga para takmir dan imam masjid dan kiai yang sangat potensial untuk membantu Kementerian Agama mempercepat registrasi perlindungan sosial,” kata dia.
“Jadi Perlinsos ini semacam digitalisasi bantuan sosial supaya lebih cepat birokrasinya dan lebih tepat sasaran,” ujarnya.
Pewarta : Asep Firmansyah
Editor:
Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2026