Mekkah Disebut Arab Saudi sebagai “Garis Merah” Usai Dugaan Serangan Drone Houthi, Bagaimana Kondisinya Terkini?

2026/09/17

Kamis, 17 September 2026 - 12:50 WIB

VIVA –Arab Saudi menuding kelompok Houthi berupaya menyerang Mekkah, kota paling suci dalam Islam. Juru bicara pasukan koalisi Pimpinan Arab Saudi, Kolonel Turki Al-Malki, mengatakn bahwa Houthi meluncurkan sebuah drone ke arah Mekkah pada Selasa malam 15 September 2026. 

Baca Juga

Namun drone tersebut berhasil ditembak jatuh oleh Pasukan Pertahanan Udara Arab Saudi sebelum memasuki wilayah udara terbatas di sekitar kota suci Mekkah. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Keamanan Dua Masjid Suci dan para jamaah adalah garis merah," kata Al-Malki dikutip dari laman Time, Kamis 17 September 2026.

Baca Juga

Ia memperingatkan bahwa koalisi pimpinan Arab Saudi tidak akan ragu mengambil langkah-langkah yang diperlukan dan memberikan tindakan tegas terhadap Houthi.

Riyadh juga merujuk pada insiden serupa yang terjadi pada Juli 2017. Saat itu, Arab Saudi menuduh Houthi menargetkan Mekkah. Houthi mengakui telah meluncurkan rudal dari Yaman, tetapi mengatakan rudal tersebut diarahkan ke Pangkalan Udara King Fahd di Taif.

Baca Juga

Kelompok milisi Yaman tersebut membantah tuduhan itu. Pada Rabu, Houthi menuduh Riyadh menyebarkan tuduhan palsu.

"Tidak ada ancaman dari Yaman terhadap tempat-tempat suci. Operasi kami menargetkan fasilitas minyak dan pangkalan militer, jauh dari tempat-tempat suci"  kata juru bicara militer Houthi Yahya Saree melalui Telegram.

Tuduhan tersebut muncul di tengah krisis regional yang semakin meluas. Pergerakan Houthi di sepanjang pesisir Laut Merah Yaman mengancam jalur pelayaran dan pasokan energi yang sebelumnya sudah terganggu akibat konflik di Iran. Situasi ini juga semakin mendapat perhatian dari Amerika Serikat dan negara-negara sekutu Arab Saudi lainnya.

Mekkah Jadi "Garis Merah"

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Eskalasi konflik dalam sebulan terakhir menjadi perkembangan terbaru dari perang saudara yang lebih luas antara Houthi dan pemerintah Yaman yang didukung Arab Saudi. Konflik tersebut telah berlangsung sejak 2014. Namun, jika serangan terhadap Mekkah benar-benar terbukti, hal itu tentu akan menjadi titik balik penting dalam konflik tersebut.

Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif, yang negaranya menandatangani perjanjian pertahanan bersama dengan Arab Saudi dan Turki bulan lalu, menyerukan kepada semua pihak untuk menahan diri. Ia memperingatkan bahwa konflik tersebut berada di ambang eskalasi lebih lanjut dan menegaskan bahwa dialog dan diplomasi tetap menjadi satu-satunya jalan berkelanjutan menuju perdamaian.

Halaman Selanjutnya

Di saat yang sama, ia mengecam dugaan serangan tersebut.