Mekari Talenta Perkuat Kapabilitas AI: Dari Otomatisasi Reimbursement hingga Deteksi Fraud

2026/07/17

Warta Ekonomi, Jakarta -

Mekari Talenta, Cloud HCM Software dari ekosistem Mekari, memperluas kapabilitas kecerdasan buatannya untuk membantu tim HR di Indonesia keluar dari lingkaran kerja administratif dan mengambil peran yang lebih strategis yang berkontribusi langsung dalam keputusan bisnis.

Tekanan ke arah sana semakin nyata. Profesi HR hari ini dituntut menjalankan dua peran sekaligus: menjaga roda operasional tetap berputar (mulai dari payroll, absensi, hingga reimbursement) sekaligus tampil sebagai mitra strategis yang turut menentukan arah keputusan bisnis terkait produktivitas, risiko turnover, dan kualitas talent. Bedanya, peran kedua ini tidak lagi cukup dijalankan lewat laporan bulanan atau insting semata; manajemen kini mengharapkan HR hadir dengan data dan rekomendasi yang bisa langsung dieksekusi, bukan sekadar informasi pendukung. Sementara itu, jumlah staf HR di banyak perusahaan tetap terbatas, dan ekspektasi karyawan generasi milenial dan Gen Z terhadap pengalaman kerja terus meningkat, membuat AI bukan lagi sekadar alat bantu administratif, melainkan bagian aktif dari proses pengambilan keputusan itu sendiri. 

Riset PwC Global Workforce Hopes & Fears Survey 2025 menunjukkan bahwa 69 persen pekerja di Indonesia mengaku pernah menggunakan AI untuk pekerjaannya dalam setahun terakhir, lebih tinggi dari rata-rata global sebesar 54 persen. Namun, penggunaan harian masih terbatas, hanya 16 persen tenaga kerja Indonesia yang menggunakan AI generatif setiap hari, mengindikasikan bahwa potensi AI di tempat kerja baru tersentuh permukaannya. Kesenjangan ini juga terlihat dari sisi akses pembelajaran: 89 persen eksekutif senior di Indonesia merasa memiliki akses ke sumber daya pelatihan yang mereka butuhkan, dibanding hanya 64 persen pada level non-manajer.

Di tingkat global, Gartner dalam Hype Cycle for AI in Human Resources 2025 mencatat bahwa hampir separuh inovasi AI di HR masih berada pada tahap awal "innovation trigger" dengan kegunaan dan kelayakan komersial yang belum teruji secara luas, dan merekomendasikan organisasi HR memprioritaskan adopsi yang terstruktur pada solusi yang sudah matang seperti AI dalam talent acquisition, sambil menjajaki inovasi seperti AI agent secara bertahap. 

Sejalan dengan itu, Mercer dalam Global Talent Trends 2026, survei terhadap hampir 12.000 eksekutif C-suite, pemimpin HR, investor, dan karyawan secara global, menemukan bahwa prioritas utama C-suite dalam hal return-on-investment adalah mendesain ulang pekerjaan untuk mengintegrasikan AI dan otomatisasi (63%), sementara prioritas utama HR justru pada peningkatan employee experience untuk menarik dan mempertahankan talenta terbaik, menunjukkan adanya kesenjangan keselarasan antara C-Suite dan HR dalam hal apa yang sebenarnya mendorong performa. Lebih jauh, C-suite kini justru kurang yakin organisasinya siap menghadapi era human-machine, turun dari 65% pada 2024 menjadi hanya 51% pada 2026. 

Menjawab kesenjangan ini, Mekari Talenta menghadirkan serangkaian kapabilitas AI baru melalui Mekari Airene yang langsung tertanam dalam alur kerja HR sehari-hari.

Yang Berubah di Meja Kerja HR

Dengan Mekari Airene di dalam Mekari Talenta, banyak pekerjaan harian HR yang dulu makan waktu kini berjalan otomatis di latar belakang : dari rekrutmen, absensi, hingga reimbursement: 

Hasilnya terukur di lapangan. Salah satu client kami, sebuah perusahaan di sektor aesthetic clinic dengan lebih dari 1.400 karyawan di 49 cabang, merasakan dampak nyata setelah mengaktifkan AI Liveness Validation dari Mekari Talenta. Fitur ini diaktifkan setelah ditemukan kasus penggunaan foto absensi yang tidak sesuai dengan karyawan bersangkutan, dan hasilnya, pengelolaan absensi kini 85 persen lebih efisien, dengan tingkat kedisiplinan kehadiran yang jauh lebih terjaga di seluruh cabang. Proses payroll pun ikut terdampak positif, dengan sekitar 90 persen komponen perhitungan kini berjalan otomatis. Seperti yang disampaikan oleh HR Manager dari perusahaan tersebut: "Sekarang kalau butuh data, tinggal tarik dari sistem. Cukup lima menit, langsung siap dipakai." Yang lebih penting, tim HR di perusahaan-perusahaan seperti ini punya waktu yang sebelumnya hilang untuk pekerjaan administratif, kini bisa dialokasikan untuk pengembangan karyawan, perencanaan suksesi, dan dialog strategis dengan manajemen. 

Di Belakang Layar: Mekari Airene sebagai Otak Ekosistem

Di belakang semuanya, ada Mekari Airene,  inti AI dari ekosistem Mekari yang dirancang untuk mengubah data bisnis yang terhubung menjadi tindakan cerdas. Empat pilar yang menjadikan Mekari Airene berbeda dari sekadar layer chatbot di atas software

Keunggulan Mekari Talenta sebagai Bagian dari Ekosistem Mekari 

Sebagai bagian dari ekosistem Mekari, Mekari Talenta tidak berdiri sendiri. Data karyawan mengalir lintas produk: ke Mekari Sign untuk proses offer letter digital, ke Mekari Flex untuk pengelolaan benefit dan tunjangan karyawan, ke Mekari Expense untuk pengajuan dan pelacakan pengeluaran karyawan secara real-time, ke Mekari Jurnal untuk penjurnalan payroll otomatis ke pembukuan, dan ke Mekari Klikpajak untuk pembuatan eBupot. Sebuah keputusan HR berdampak langsung ke pembukuan, kepatuhan pajak, dan operasional bisnis secara menyeluruh, tanpa rekonsiliasi manual antar sistem.

Banyak perusahaan tumbuh dengan menambah software satu per satu sesuai kebutuhan, lalu menghadapi konsekuensinya: data tersebar, proses terputus, dan koordinasi antar tim melambat. Ekosistem Mekari dirancang untuk menghindari skenario itu sejak awal. Dengan sertifikasi keamanan internasional ISO 27001 dan pemahaman mendalam terhadap praktik bisnis di Indonesia, Mekari Talenta menempatkan diri sebagai HCM lokal yang setara secara teknologi dengan pemain global, namun lebih kontekstual untuk kebutuhan bisnis Indonesia. 

Pandangan Pemimpin Mekari

Suwandi Soh, Chief Executive Officer Mekari, menyampaikan:

"Kami membangun Mekari dengan satu keyakinan: bisnis Indonesia layak punya tools sekelas enterprise global, tetapi dengan pemahaman lokal yang mendalam. Mekari Talenta adalah wujud dari itu, merupakan platform HR yang tidak berdiri sendiri, melainkan terhubung dengan akuntansi, pajak, dan operasional bisnis secara menyeluruh. Pada akhirnya, pertumbuhan bisnis selalu dimulai dari pengelolaan manusia yang tepat. AI tidak menggantikan peran HR, namun ia membebaskan HR dari pekerjaan administratif yang berulang, sehingga mereka bisa kembali ke peran terpentingnya: membangun manusia."

Stevens Jethefer, Head of Business Mekari Talenta, menambahkan:

"Adopsi AI di HR bukan soal efisiensi semata, ini soal kualitas keputusan. Ketika screening kandidat berjalan otomatis, validasi reimbursement dibantu AI, dan data karyawan tersaji jelas, tim HR bisa fokus pada hal yang benar-benar butuh penilaian manusia. Hasilnya terukur: waktu rekrutmen lebih singkat, biaya salah rekrut berkurang, dan karyawan yang masuk punya kecocokan yang lebih baik dengan organisasi. Itulah yang membuat HR naik kelas, dari fungsi administratif menjadi mitra strategis yang turut menentukan arah bisnis." 

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.