Megawati Minta Jawa Timur Kembali Jadi Kandang Banteng

2026/08/24

Megawati menegaskan Jawa Timur, khususnya Surabaya, memiliki posisi penting dalam sejarah perjuangan dan pembentukan pemikiran Presiden Pertama RI Soekarno atau Bung Karno. Menurutnya, Bung Karno bahkan menyebut Surabaya sebagai dapur nasionalisme.

"Dalam perspektif ideologis dan historis, Jawa Timur sangat penting. Karena Bung Karno lahir, dibesarkan, dan menggembleng diri di Jawa Timur ini. Surabaya, Mojokerto, dan Blitar penuh dengan rekam jejak sejarah perjuangan Bung Karno. Beliau sendiri menyebutkan Surabaya merupakan dapurnya nasionalisme," ungkapnya.

Megawati mengatakan Surabaya menjadi salah satu tempat penting bagi Bung Karno dalam menempa pemikiran intelektual dan gagasan perjuangannya. Di kota itu, Bung Karno menamatkan pendidikan di HBS (Hoogere Burgerschool) sekaligus berguru kepada HOS Tjokroaminoto.

Menurut Megawati, Bung Karno sempat tinggal di sebuah ruangan sempit tanpa jendela dengan penerangan lampu teplok. Meski dalam keterbatasan, ia terus membaca dan berdialog secara intelektual melalui buku-buku karya berbagai tokoh dunia, mulai dari Thomas Jefferson, George Washington, William Gladstone, Karl Marx, Sun Yat-sen, Mustafa Kemal Atatürk, hingga Jean-Jacques Rousseau.

"Surabaya dengan demikian menjadi tempat di mana Bung Karno menggembleng diri menjadi patriot yang tangguh. Dari usia yang begitu muda, 16 tahun, beliau telah berimajinasi dan kemudian berjuang untuk Indonesia Merdeka," urai Megawati.

Megawati mengatakan generasi muda saat ini dapat belajar dari Bung Karno tentang kekuatan pemikiran, imajinasi, keberanian, dan semangat perjuangan. Menurutnya, Bung Karno menjadi contoh anak muda yang hidup dalam keterbatasan, tetapi memiliki visi besar dan pandangan jauh ke depan bagi masa depan bangsa.

"Surabaya pada tahun 1916 sudah menjadi pusat kapitalisme global. Namun Bung Karno bisa membuktikan bahwa kekuatan kolonialisme terbesar di dunia, yakni Hindia Belanda, bisa dikalahkan melalui kemerdekaan Indonesia. Jadikan ini sebagai pembelajaran bagi anak-anak muda untuk berani bermimpi. Bung Karno berjuang dari sosok pemuda miskin, namun punya cita-cita besar dan berjuang bagi cita-citanya," jelas dia.