MediaMIND 2026, Ajak Jurnalis dan Publik Mengangkat Kisah kedaulatan Indonesia

2026/08/14

Jakarta (ANTARA) — Di tengah upaya Indonesia memperkuat hilirisasi mineral, membangun rantai pasok industri nasional, serta mempercepat transisi menuju ekonomi yang lebih berkelanjutan, karya-karya jurnalistik yang mendalam dan berbasis data semakin penting.

Publik membutuhkan cerita yang mampu menjelaskan bagaimana kekayaan mineral Indonesia dikelola, memberikan nilai tambah, sekaligus berkontribusi terhadap penguatan kedaulatan Indonesia.

Untuk mendorong lahirnya karya-karya tersebut, Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID kembali menghadirkan MediaMIND 2026, ajang kompetisi karya jurnalistik yang memasuki penyelenggaraan tahun kelima.

MediaMIND menjadi ruang kolaborasi bagi jurnalis, akademisi, pengamat, dan masyarakat untuk menghadirkan perspektif, analisis, serta cerita inspiratif mengenai pengelolaan mineral Indonesia.

Mengusung tema “Dari Bumi untuk Kedaulatan Negeri”, MediaMIND 2026 mengajak peserta menggali berbagai cerita tentang bagaimana kekayaan mineral Indonesia dikelola secara bertanggung jawab untuk memperkuat industri nasional, mendukung transisi energi, menciptakan nilai tambah melalui hilirisasi, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Corporate Secretary MIND ID, Pria Utama, mengatakan bahwa memasuki tahun kelima penyelenggaraan, MediaMIND tidak hanya menjadi ajang apresiasi bagi karya jurnalistik, tetapi juga ruang kolaborasi untuk memperkaya pemahaman dan menggugah publik terhadap peran strategis sektor pertambangan dalam penguatan kedaulatan Negeri.

“MediaMIND bukan sekadar kompetisi jurnalistik. Kami ingin menjadikannya sebagai ruang kolaborasi yang mempertemukan gagasan, data, dan karya-karya terbaik untuk memperkaya pemahaman publik mengenai bagaimana pengelolaan sumber daya mineral dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi bangsa,” kata Pria.

Menurutnya, industri pertambangan saat ini tidak lagi hanya berbicara mengenai proses ekstraksi sumber daya alam. Perkembangan hilirisasi, penguatan praktik ESG, pemanfaatan teknologi, hingga kontribusi terhadap masyarakat menghadirkan banyak cerita yang layak dikaji dan diangkat secara lebih mendalam.

Pria menyampaikan MIND ID mengundang para jurnalis, akademisi, pengamat, dan masyarakat untuk menghadirkan karya yang berbasis data, memiliki kedalaman analisis, serta mampu menunjukkan bagaimana pengelolaan mineral Indonesia berkontribusi terhadap ketahanan industri, transisi energi, pembangunan daerah, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat.

"Melalui karya-karya tersebut, kami berharap tumbuh optimisme bahwa sumber daya alam Indonesia dapat menjadi fondasi menuju Indonesia yang semakin berdaulat, adil dan Makmur,” ujarnya.

MediaMIND 2026 menghadirkan enam subtema yang relevan dengan perkembangan industri pertambangan nasional, yaitu Ekonomi dan Investasi, ESG & Green Mining, Hilirisasi, Industrialisasi, dan Ketahanan Mineral Indonesia, Kontribusi Sosial Masyarakat, serta Transformasi dan Inovasi.

Melalui tema dan subtema tersebut, peserta diharapkan mampu menghadirkan karya yang tidak hanya informatif, tetapi juga memberikan perspektif baru mengenai peran mineral Indonesia dalam mendukung pembangunan ekonomi, penguatan industri nasional, dan masa depan bangsa.

MediaMIND 2026 telah resmi dimulai melalui kick off pada 1 Agustus 2026. Karya yang dapat diikutsertakan merupakan karya yang telah dipublikasikan pada periode 15 September 2025 hingga 17 September 2026.

Batas akhir pengumpulan karya untuk kategori jurnalis adalah 17 September 2026, sedangkan kategori umum, akademisi, dan pengamat dibuka hingga 25 Oktober 2026.

Informasi lengkap mengenai kategori lomba, ketentuan, dan pendaftaran dapat diakses melalui: https://bit.ly/mediaMIND2026-daftar

Pewarta: PR Wire
Editor: PR Wire
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.