Medan sulit dan sumber air jadi kendala petugas padamkan karhutla di Kapuas
Senin, 17 Agustus 2026 13:20 WIB
Petugas dari BPBD Kabupaten Kapuas, melakukan pemadaman karhutla di sejumlah desa wilayah setempat, Minggu (16/8/2026). ANTARA/HO-BPBD Kapuas.
Kuala Kapuas (ANTARA) - Tim gabungan yang terdiri atas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI/Polri, Manggala Agni, dan Masyarakat Peduli Api (MPA) terus berupaya memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di empat kecamatan di Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kapuas Pangeran S. Pandingan mengatakan, pada Minggu terdapat empat titik karhutla yang dilaporkan terjadi di wilayah tersebut.
“Empat kecamatan dan empat titik dilaporkan terjadi karhutla,” kata Pangeran di Kuala Kapuas.
Salah satu titik berada di Desa Dadahup, Kecamatan Dadahup, yang lokasinya berada di sekitar SMA Dadahup dan permukiman warga. Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai enam hektare.
Petugas masih menghadapi kendala dalam melakukan pemadaman, karena lokasi kebakaran berada di tengah hutan. Selain medan yang sulit dijangkau, keterbatasan sumber air juga menjadi hambatan bagi petugas.
Karhutla juga terjadi di Desa Talekung Punei, Kecamatan Kapuas Murung, dengan lokasi kebakaran berada di pinggir jalan. Api membakar area sepanjang sekitar 150 meter dan telah berhasil dipadamkan petugas.

Sementara di Desa C5 Basuta Raya, Kecamatan Kapuas Barat, kebakaran terjadi di area perkebunan warga. Luasan lahan yang terbakar masih belum diketahui karena api belum sepenuhnya padam dan petugas mengalami kesulitan mendapatkan sumber air.
Adapun di Desa Katunjung, Kecamatan Mantangai, luas lahan yang terbakar mencapai sekitar 1,5 hektare. Dari luasan tersebut, petugas telah berhasil memadamkan sekitar 0,5 hektare. Lokasi kebakaran berada di kawasan hutan lindung.
Pangeran menjelaskan, proses pemadaman di Desa Katunjung juga terkendala akses menuju lokasi. Petugas tidak dapat menggunakan jalur darat dan hanya bisa mencapai lokasi menggunakan perahu ces.

“Petugas harus menunggu air sungai pasang agar perahu dapat melintas. Selain itu, medan menuju lokasi juga cukup sulit,” ujarnya.
Petugas hingga kini terus melakukan pemadaman menggunakan peralatan yang tersedia sekaligus memantau titik-titik yang berpotensi kembali terbakar.
Kondisi lahan yang kering serta cuaca panas dapat mempercepat penyebaran api. Masyarakat pun diimbau meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu karhutla, khususnya pembakaran lahan secara sembarangan.
Pewarta : All Ikhwan
Uploader: Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.