Maybank Indonesia Tutup Cabang Cabang, Ubah Fungsi Kantor Jadi Pusat Advisory

2026/09/03

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perkembangan layanan digital membuat cara nasabah berinteraksi dengan bank ikut berubah. Namun, kehadiran kantor cabang belum kehilangan tempat. Fungsinya kini mulai bergeser, dari sekadar melayani transaksi menjadi tempat nasabah mendapatkan solusi dan berdiskusi mengenai kebutuhan finansial.

PT Bank Maybank Indonesia Tbk mencatat penurunan jumlah cabang pada paruh pertama 2026. Mengutip website resminya, jumlah cabang mencapai 266 kantor hingga Juni 2026, turun dari 275 kantor pada akhir 2025. Jumlah tersebut mencakup 20 cabang syariah dan satu cabang di Mumbai, India.

Direktur Operations Maybank Indonesia Widya Permana mengatakan, perubahan jumlah cabang tersebut tidak terlepas dari perkembangan teknologi dan perubahan perilaku nasabah dalam mengakses layanan perbankan.

Baca Juga: Allo Bank Siapkan Dana Rp 300 Miliar untuk Buyback Saham

"Pasti kira-kira cabang itu turun tapi jumlahnya tidak terlalu banyak turunnya. Tapi menyesuaikan dengan kebutuhan nasabah, dengan teknologi yang terus berkembang dengan pesat," ujar Widya di Kantor cabang Maybank Thamrin, Jakarta, Kamis (3/9/2026).

Widya mengatakan, peran kantor cabang kini lebih diarahkan untuk memberikan layanan advisory yang dapat memberikan manfaat bagi nasabah, termasuk berdiskusi mengenai investasi dan pilihan layanan yang lebih menguntungkan bagi nasabah.

Adapun menurut Widya, kantor cabang masih tetap dibutuhkan di tengah pergeseran transaksi perbankan ke kanal digital. Sebab, sejumlah layanan masih membutuhkan kehadiran fisik, seperti setor dan tarik tunai serta transaksi menggunakan cek maupun giro.

Kebutuhan untuk datang langsung ke cabang juga masih terlihat pada nasabah lanjut usia. Widya mengatakan, mereka datang ke kantor cabang bukan hanya untuk kebutuhan layanan keuangan, tetapi juga untuk berinteraksi dan bersosialisasi.

"Nasabah-nasabah yang usianya sudah lanjut, mereka datang ke cabang itu cuma untuk berinteraksi, bersosialisasi," pungkasnya.