Maxi Tour Boemi Nusantara jelajah Tanjung Puting
Jumat, 17 Juli 2026 11:56 WIB
Maxi Tour Boemi Nusantara etape ketujuh menghadirkan pengalaman berbeda bagi para peserta dengan melakukan perjalanan menuju Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP), Kalimantan Tengah. (ANTARA/HO-Yamaha)
Palangka Raya (ANTARA) - Maxi Tour Boemi Nusantara etape ketujuh menghadirkan pengalaman berbeda bagi para peserta dengan melakukan perjalanan menuju Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP), Kalimantan Tengah untuk menikmati wisata susur Sungai Sekonyer sekaligus menyaksikan orang utan di habitatnya.
Public Relation Supervisor Yamaha Indonesia Motor Manufacturing Adianto Pangaribuan dalam keterangan yang diterima di Palangka Raya, Jumat, menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah mengikuti rangkaian kegiatan.
"Yamaha berupaya menghadirkan pengalaman berbeda pada setiap kegiatan tur. Salah satunya dengan mengajak peserta mengeksplorasi pesona wisata Taman Nasional Tanjung Puting yang telah dikenal dunia," ujarnya.
Supervisor Promosi Yamaha Area Kalselteng Andi Rachman berharap kegiatan tersebut mampu memperkuat loyalitas pelanggan terhadap produk Yamaha, khususnya lini Maxi.
"Kami berharap kegiatan ini semakin meningkatkan loyalitas konsumen terhadap produk Yamaha, khususnya keluarga Maxi," ucapnya.
Baca juga: Maxi Tour Boemi Nusantara jajal rute Sampit-Pangkalan Bun
Peserta memulai perjalanan dari Brits Hotel Pangkalan Bun pada pukul 09.00 WIB menuju Dermaga Kumai dan tiba sekitar pukul 09.30 WIB. Selanjutnya, rombongan bertolak menggunakan kapal wisata pukul 10.00 WIB dengan waktu tempuh sekitar dua jam menuju Tanjung Harapan.
Selama perjalanan menyusuri Sungai Sekonyer, peserta menikmati makan siang di atas kapal sambil menikmati panorama hutan tropis. Beragam makanan ringan juga disediakan untuk menemani perjalanan menuju kawasan konservasi tersebut.
Sekitar pukul 13.00 WIB, rombongan tiba di Tanjung Harapan. Untuk mencapai lokasi feeding orangutan, peserta harus berjalan kaki sejauh sekitar satu kilometer menyusuri jalan setapak yang diapit pepohonan lebat khas hutan hujan tropis.
Selanjutnya di lokasi, area feeding sudah dipenuhi wisatawan domestik maupun mancanegara yang duduk tertib menanti kemunculan satwa endemik Kalimantan tersebut.
Tak lama kemudian, petugas datang membawa dua bakul pisang dan memanggil orang utan dengan suara khas. Beberapa saat kemudian, dua ekor orang utan muncul dari dalam hutan untuk mengambil pakan yang telah disiapkan.
Momen tersebut langsung dimanfaatkan para wisatawan untuk mengabadikan foto dan video kemunculan satwa yang menjadi ikon Taman Nasional Tanjung Puting itu. Setelah menyaksikan proses feeding, rombongan kembali ke kapal sekitar pukul 16.00 WIB untuk kembali menuju Dermaga Kumai.
Tour Guide Taman Nasional Tanjung Puting Ita menjelaskan kawasan konservasi tersebut berada di Semenanjung Barat Daya Kalimantan Tengah, tepatnya di Teluk Pulai, Kecamatan Kumai, Kotawaringin Barat.
"Taman Nasional Tanjung Puting merupakan kawasan konservasi yang menyimpan berbagai keanekaragaman hayati. Selain menjadi pusat konservasi orang utan, kawasan ini juga menjadi habitat bekantan, monyet merah, beruang, dan rusa," ujarnya.
Ia mengingatkan setiap pengunjung agar mematuhi aturan selama berada di kawasan konservasi. Ada beberapa aturan yang wajib ditaati ketika masuk area konservasi orang utan. Pengunjung tidak boleh membuang sampah sembarangan dan tidak boleh berisik agar tidak mengganggu satwa di dalamnya.
Ita memaparkan kunjungan wisatawan ke Taman Nasional Tanjung Puting mencapai puncaknya pada periode Juni hingga September. Pada musim tersebut, ratusan kapal wisata setiap hari melayani wisatawan domestik maupun mancanegara.
Salah seorang peserta asal Jakarta, Eka, mengaku memperoleh pengalaman baru selama mengikuti Maxi Tour Boemi Nusantara.
"Touring kali ini tidak hanya menjelajahi jalanan Kalimantan, tetapi juga menyusuri sungai menggunakan kapal dan berjalan kaki masuk hutan hingga melihat orang utan di habitat aslinya," ujarnya.
Peserta lainnya, Alun, menilai kegiatan tersebut memberikan pengalaman yang berkesan. Diharapkan tahun berikutnya kembali diselenggarakan acara serupa agar Yamaha semakin terdepan.
Hal senada disampaikan Imam, seorang blogger asal Jakarta. Ia mengaku baru pertama kali menyusuri sungai selama berjam-jam dan melihat orangutan secara langsung di alam liar.
Pewarta : Muhammad Arif Hidayat
Editor: Muhammad Arif Hidayat
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.