‘Masih Ingat Saya?’ Billy Tjong Kembali ke Catwalk Setelah 6 Tahun Vakum

2026/07/28

Jakarta -

"Selamat malam, masih ingat saya?" sapa Billy Tjong sebelum peragaannya di JF3 Fashion Festival 2026 dimulai pada Jumat (24/7/2026) malam.

Setelah enam tahun absen pamer koleksi di catwalk, Billy akhirnya kembali dengan kreasi busana terbaru. Seluruh bangku yang mencapai ratusan terisi penuh, menandakan banyak yang sudah rindu melihat 'comeback'-nya.

"Jujur saya gugup...," ungkap Billy. Ia lalu bercerita singkat tentang niatannya untuk pensiun enam tahun lalu karena usahanya terdampak pandemi COVID-19.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di tengah keterpurukan, muncul tawaran untuk mengajar teknik membuat busana lewat kelas online. Antusiasme publik lantas memotivasi Billy untuk fokus sebagai pendidik dengan mendirikan Billy Tjong Fashion Lab.

"Dari lima murid, sekarang total sudah 3.000 lebih," ujar pemenang favorit Lomba Perancang Mode (LPM) 2005 gelaran majalah Femina itu.

Koleksi Fuchsia Billy Tjong di JF3 Fashion Festival 2026Koleksi 'FUCHSIA - A Journey of Growth' karya Billy Tjong di JF3 Fashion Festival 2026. (Foto: Daniel Ngantung/detikcom)

Ketika berbicara di hadapan tamu, Billy muncul dalam pakaian serba putih. Namun, fuchsia justru menjadi primadona pada persembahan kali ini yang sesuai tajuknya, 'FUCHSIA - A Journey of Growth'.

"Kenapa fuchsia, karena itu warna favorit saya," kata Billy kepada Wolipop saat memberikan bocoran tentang koleksinya di JF3 Fashion Festival 2026 beberapa pekan lalu.

Koleksi Fuchsia Billy Tjong di JF3 Fashion Festival 2026Koleksi 'FUCHSIA - A Journey of Growth' karya Billy Tjong di JF3 Fashion Festival 2026. (Foto: Daniel Ngantung/detikcom)

Presentasi kali ini seperti sebuah retrospeksi dari perjalanan karier Billy selama 25 tahun terakhir yang terangkum dalam 24 set busana serba pink pekat.

Atmosfer nostalgia juga diperkuat dengan pilihan lagu yang mengiringi langkah para model. Mulai dari 'Wind It Up', salah satu hits keluaran 2006 dari Gwen Stefani, sampai 'Like a Prayer' yang ditembangkan Madonna pada akhir 1980-an. Semua lagu tersebut, kata Billy, selalu menemani proses kreatifnya semasa baru meniti karier sebagai perancang.

Koleksi Fuchsia Billy Tjong di JF3 Fashion Festival 2026Whulandary Herman memeragak kreasi Billy Tjong. (Foto: Dok. JF3)

Saat lagu 'Wind It Up' mulai diputar, muncul sepasang model perempuan Satu model berbalut atasan bustier yang dibungkus oversized double-breast blazer berhiaskan fringe beading, dan bawahan berupa legging motif leopard. Model lainnya memakai bodysuit brokat yang dikontraskan dengan veil panjang bak pengantin.

Koleksi didominasi gaun malam dengan siluet draperi dan arsitektural, sarat elemen dekorasi, yang mengingatkan kita kembali pada kepiawaian Billy yang sebelum vakum dikenal sebagai salah satu desainer bridal berbakat. Mendesain gaun pengantin para pesohor, termasuk mendiang Julia Perez, menjadi salah satu highlight kariernya kala itu. Puteri Indonesia 2013 Whulandary Herman dan aktris Ayushita ikut ambil bagian sebagai model di peragaan busana ini.

Koleksi Fuchsia Billy Tjong di JF3 Fashion Festival 2026Siluet kebaya didedikasikan untuk ibunda Billy Tjong. (Foto: Dok. JF3)

Billy juga berada di antara segelintir desainer generasi era 2000-an yang mulai mengeksplorasi kain tradisional seperti batik, bahkan tenun doyo dari Dayak yang tak pernah dilirik seleranya, untuk diolah menjadi busana siap pakai.

Sulit untuk memungkiri cakupan penguasaan teknik pemenang Concurs International des Jeunes Creature de Mode (2003) dan Mercedes Benz Asia Fashion Award (2004) ini. Mencoba untuk relevan dengan selera pasar masa kini mungkin tidak menjadi fokusnya saat ini. Namun, desainer muda dapat belajar banyak darinya jika ingin memperkaya khasanah pengetahuan dalam menciptakan busana yang berkualitas (dalam waktu dekat, Billy akan meluncurkan sebuah buku yang merangkum kisah, pengalaman, filosofi, serta pelajaran yang diperoleh selama berkarya).

Koleksi Fuchsia Billy Tjong di JF3 Fashion Festival 2026Desainer Billy Tjong. (Foto: Dok. JF3)

Fashion show ini turut menyertakan 12 busana karya murid-muridnya dari berbagai daerah. On persenal note, Billy mempersembahkan look kebaya modifikasi yang dibuat dengan teknik rajut, dan bawahan kain batik. Ia mendedikasikannya untuk penjahit kebaya yang berjasa dalam perjalanan kariernya. Sosok tersebut bukan lain adalah sang ibu yang usianya sudah hampir seabad.

Dengan bangga, ia menyaksikan langsung karya putranya dari kursi roda di barisan depan, tentu dengan baju berwarna fuchsia.

(dtg/dtg)