Kamis, 6 Agustus 2026 - 15:40 WIB
Tangerang Selatan, VIVA – Teknologi Advanced Driver Assistance Systems atau ADAS semakin banyak tersedia pada mobil baru di Indonesia. Namun, kecanggihan fitur tersebut belum tentu dapat bekerja optimal apabila tidak didukung kondisi infrastruktur jalan yang memadai.
Baca Juga
Salah satu tantangan terbesar adalah marka jalan yang pudar, tertutup, atau bahkan tidak tersedia di sejumlah ruas. Padahal, beberapa fitur ADAS membutuhkan garis marka sebagai acuan untuk membaca posisi kendaraan di dalam jalur.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Fitur seperti lane departure warning dan lane keeping assist menggunakan kamera serta sensor untuk mengenali batas jalur. Ketika marka tidak terlihat jelas, kemampuan sistem dalam mendeteksi mobil yang keluar dari jalur dapat ikut berkurang.
Baca Juga
Persoalan tersebut dibahas dalam diskusi teknologi keselamatan yang melibatkan GAIKINDO dan Bosch Indonesia pada rangkaian GIIAS 2026. Kondisi infrastruktur dinilai menjadi salah satu faktor yang menentukan efektivitas fitur keselamatan pada kendaraan.
Bernard Simanjuntak dari Bosch Mobility Solutions Indonesia mengatakan teknologi keselamatan bekerja melalui pendekatan Sense, Think, Act. Sistem terlebih dahulu membaca kondisi di sekitar kendaraan, menganalisis potensi risiko, kemudian memberikan respons apabila diperlukan.
Baca Juga
Menurut Bernard, teknologi tersebut tetap hanya berperan membantu pengemudi. Seluruh kendali dan tanggung jawab berkendara tidak bisa diserahkan sepenuhnya kepada sistem.
“Teknologi ini hanya assisting, jadi hanya membantu. Tanggung jawab utamanya tetap pada pengemudi,” ujarnya, dikutip VIVA Otomotif di GIIAS 2026, Kamis 6 Agustus 2026.
Ia menjelaskan setiap fitur keselamatan memiliki keterbatasan yang perlu dipahami pengguna. ADAS juga belum dapat disamakan dengan kendaraan otonom penuh yang mampu mengambil alih seluruh tugas manusia di balik kemudi.
Pengemudi tetap harus memperhatikan kondisi jalan dan siap mengambil kendali ketika sistem tidak mampu membaca situasi dengan tepat. Kondisi cuaca, kualitas sensor, marka jalan, serta objek di sekitar kendaraan dapat memengaruhi kinerjanya.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Karakter lalu lintas Indonesia turut memberikan tantangan tersendiri. Selain marka yang kurang jelas, pergerakan sepeda motor yang tiba-tiba berpindah jalur dan kepadatan kendaraan membuat situasi jalan semakin kompleks.
Dalam kondisi tersebut, sensor harus membaca banyak objek dalam waktu singkat. Karena itu, peringatan yang diberikan sistem belum tentu selalu sesuai dengan situasi yang dipahami pengemudi.
Halaman Selanjutnya
Bernard menegaskan fitur ADAS memang dirancang untuk meningkatkan keselamatan, meski peringatannya terkadang dianggap mengganggu. Bunyi atau intervensi dari sistem pada dasarnya ditujukan untuk membuat pengemudi lebih waspada.