Manggala Agni dan BPBD Barito Selatan perkuat sinergi tangani karhutla
Sabtu, 12 September 2026 09:53 WIB
Kepala Daerah Operasi (Kadaops) Manggala Agni Daops Kalimantan IV/Muara Teweh saat diterima Kepala BPBD Barsel Agus In’ Yulius, di Buntok, Kamis (10/9/2026). ANTARA/Bayu Ilmiawan
Buntok (ANTARA) - Kepala Daerah Operasi (Kadaops) Manggala Agni Daops Kalimantan IV/Muara Teweh, Abdur Rochim bersama jajarannya melakukan koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah, dalam menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah setempat.
"Pertemuan kita ini dalam upaya memperkuat sinergi dalam pencegahan dan penanganan karhutla di tengah kondisi kemarau dan kabut asap yang masih melanda sejumlah wilayah," katanya di Buntok, Kamis.
Abdur Rochim mengatakan, berdasarkan pengalaman penanganan di lapangan, sebagian besar kejadian karhutla dipicu oleh aktivitas manusia. Bahkan, menurutnya, hampir 99 persen kebakaran yang terjadi disebabkan manusia yang kurang bijak dalam menggunakan atau mengelola api.
"Karhutla ini hampir 99 persen akibat ulah manusia. Artinya, bagaimana kita bersama-sama memberikan pemahaman kepada masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan api, terutama di tengah kondisi kemarau seperti sekarang," ujarnya.
Selain persoalan penyebab kebakaran, Abdur Rochim juga menyoroti kejadian karhutla yang berulang di lokasi yang sama.
Menurutnya, kondisi tersebut perlu menjadi bahan evaluasi bersama, karena tidak jarang api yang sebelumnya telah berhasil dipadamkan kembali muncul di lokasi yang sama dalam waktu tidak terlalu lama.
"Yang perlu menjadi perhatian, lokasi karhutla itu sering terjadi berulang di tempat yang sama. Setelah dipadamkan tim, tidak lama kemudian muncul lagi kebakaran di lokasi tersebut,” katanya.
Baca juga: Warga Malungai Raya Barsel keluhkan tidak ada tenaga kesehatan
Ia menilai, kejadian berulang tersebut tidak boleh hanya dipandang sebagai persoalan pemadaman. Penanganan harus dibarengi dengan evaluasi terhadap penyebab munculnya kembali api, termasuk pengawasan dan pemantauan di lokasi yang sebelumnya terbakar.
"Kalau terlalu sering terjadi berulang, tentu harus menjadi evaluasi. Jangan sampai kita hanya datang memadamkan, setelah itu muncul lagi. Ini yang harus kita cari penyebabnya agar ke depan tidak terulang kembali," tegasnya.
Dalam koordinasi tersebut, Manggala Agni dan BPBD Barsel juga membahas kesiapsiagaan personel, pemantauan kawasan rawan karhutla serta dukungan operasional dalam penanganan kebakaran di lapangan.
Kepala BPBD Barsel Agus In’ Yulius menyambut baik koordinasi yang dilakukan Manggala Agni. Menurutnya, kerja sama dan komunikasi antar lembaga menjadi bagian penting dalam menghadapi ancaman karhutla.
“Sinergi dan koordinasi seperti ini sangat diperlukan, sehingga setiap potensi karhutla dapat segera ditangani dan tidak berkembang menjadi lebih luas,” ujarnya.
Ia berharap koordinasi antara BPBD dan Manggala Agni dapat semakin memperkuat upaya pencegahan maupun penanggulangan karhutla di wilayah Barito Selatan.
"Kondisi cuaca yang masih kering membuat potensi kebakaran hutan dan lahan tetap harus diwaspadai oleh seluruh pihak, termasuk masyarakat," demikian Agus.
Baca juga: Ketersediaan beras Bulog Barsel aman hingga Desember 2026
Baca juga: DPRD bersama Pemkab Barsel sepakat BTT ditambah menjadi Rp10 miliar
Baca juga: Sebanyak 33 sekolah di Barsel terima program revitalisasi pendidikan 2026
Pewarta : Bayu Ilmiawan
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.