Malinau perbanyak kegiatan untuk menghidupkan UMKM dan gerakan ekonomi
Jumat, 31 Juli 2026 18:07 WIB
Pemkab Malinau menyediakan tempat bagi para pelaku UMKM berjualan di kawasan Panggung Budaya Padan Liu Burung, Malinau. (ANTARA/HO-Diskominfo Malinau)
Malinau (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malinau terus berupaya menggerakkan ekonomi dengan memperbanyak kegiatan agar Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) tetap hidup dan berkembang.
“Pak Bupati meminta untuk menggelar event-event (kegiatan) yang melibatkan dan bisa mendatangkan orang banyak untuk menghidupkan UMKM di Kabupaten Malinau,” ujar Wakil Bupati (Wabup) Malinau Jakaria di Malinau, Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Jumat.
Menurutnya dengan hidupnya UMKM maka perekonomian daerah juga berputar dan juga berdampak pada Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Karena kita yakin bahwa UMKM ini adalah penyumbang PAD juga bagi Malinau. Kalau mereka bisa bertumbuh maka pendapatan asli Malinau juga akan bertambah,” katanya.
Jakaria menegaskan, dengan pengalaman yang telah Pemkab Malinau lakukan menggelar kegiatan-kegiatan kebudayaan, olahraga sampai keagamaan, bisa menggerakkan ekonomi lewat UMKM yang terlibat.
“Karena pengalaman kita selama ini event-event ini yang bisa menggerakkan ekonomi kita selain pariwisata,” ungkapnya.
Seperti baru-baru ini, sebutnya, ada kegiatan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Tingkat Provinsi Kaltara yang digelar di Kabupaten Malinau dan itu diikuti oleh kafilah dari kabupaten/kota se-Kaltara.
Kemudian, lanjutnya, saat ini Pemkab Malinau melalui Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Malinau menggelar Bupati Malinau Cup V Tahun 2026 yang digelar mulai 24 Juli-8 Agustus dan ada 21 cabang olahraga dipertandingkan yang tentunya ditonton orang banyak.
“Pada tahun 2025 lalu, tepatnya bulan Oktober kita menggelar event budaya yang merupakan rangkaian hari jadi kabupaten dan Irau Malinau. Itu perputaran ekonomi selama digelar mencapai ratusan miliar rupiah,” ungkapnya.
Pemerintah daerah, kata Jakaria, cukup menyediakan tempat dan menggelar kegiatan. Selanjutnya para UMKM Kabupaten Malinau secara mandiri menyiapkan diri.
“Mereka mandiri. pemerintah hanya memberikan dukungan. Tentu juga ada pelatihan yang kita buat untuk meningkatkan kualitas produk mereka,” tuturnya.
Dengan hidupnya UMKM lewat berbagai kegiatan ini, lanjutnya, rantai pasok UMKM juga berjalan, sehingga para petani bisa mendapat nilai tambah dengan hasil pertaniannya dibeli oleh pelaku UMKM sebagai bahan dagangan.
“Dengan berbagai kegiatan ini juga tingkat hunian hotel juga meningkat dan termasuk angkutan umum,” ucapnya.
Baca juga: Malaysia Jadikan Malinau Referensi Pengembangan Kawasan Pedalaman
Baca juga: Senator DPD RI Serap Aspirasi Dunia Pendidikan di Kabupaten Malinau
Pewarta : Agus Salam
Editor:
Susylo Asmalyah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.