Makanan Pedas Sering Dikaitkan dengan Pereda Stres, Ini Faktanya

2026/10/10

Liputan6.com, Jakarta - Makanan pedas punya tempat tersendiri dalam banyak hidangan. Rasa panas yang muncul setelah mengonsumsi cabai berasal dari capsaicin, senyawa yang memicu reseptor tertentu pada tubuh sehingga muncul sensasi terbakar di mulut.

Melansir Time, Senin (5/10/2026), penelitian mengenai konsumsi cabai menunjukkan sejumlah kemungkinan manfaat bagi kesehatan, meski beberapa kaitan masih membutuhkan penelitian lebih lanjut. Cabai juga mengandung vitamin C, vitamin A, B6, dan K, serta sejumlah mineral yang membuatnya memiliki nilai gizi.

Meski begitu, makanan pedas bukan berarti semakin banyak semakin baik. Tingkat toleransi setiap orang berbeda. Konsumsi berlebihan dapat memicu heartburn, sakit perut, atau memperburuk keluhan pencernaan tertentu, termasuk pada orang dengan irritable bowel syndrome (IBS).

Bagi yang belum terbiasa, porsi cabai dapat ditambahkan secara bertahap. Cara ini membantu menemukan tingkat kepedasan yang masih nyaman tanpa memaksakan tubuh menerima rasa pedas dalam jumlah berlebihan

Jika makanan pedas sudah menimbulkan keluhan, sebaiknya kurangi porsinya dan perhatikan makanan yang menjadi pemicu. Jenis cabai yang digunakan juga beragam, dengan tingkat kepedasan yang berbeda. Cabai rawit, cabai merah, jalapeno, hingga jenis cabai lain dapat memberikan rasa panas dengan intensitas yang tidak sama.

Karena itu, ukuran atau jumlah cabai tidak selalu menjadi patokan sederhana untuk menentukan seberapa pedas sebuah hidangan. Yang terpenting adalah menyesuaikannya dengan kemampuan tubuh saat makan.

Dampak Makanan Pedas pada Metabolisme

Ilustrasi makanan pedas berupa tumisan dengan tambahan irisan cabai.

Perbesar

Ilustrasi makanan pedas berupa tumisan dengan tambahan irisan cabai. (foto:unsplash)

Makanan pedas dapat dikaitkan dengan peningkatan metabolisme melalui proses thermogenesis, ketika tubuh menghasilkan panas dan menggunakan energi. Efek ini membuat konsumsi cabai kerap diteliti dalam kaitannya dengan pengelolaan berat badan.

Namun, makanan pedas bukan cara instan untuk menurunkan berat badan karena pengaruhnya relatif kecil dan tetap bergantung pada pola makan secara keseluruhan.

Manfaat lain yang diteliti adalah pengaruh terhadap peradangan. Senyawa dalam cabai dapat berinteraksi dengan jalur tubuh yang berkaitan dengan respons peradangan. Efek tersebut membuat konsumsi cabai berpotensi membantu mengendalikan peradangan tingkat rendah, meski bukti pada manusia masih terus dikembangkan.

Contoh sederhananya bisa ditemukan pada sambal, tumisan sayuran bercabai, sup pedas, atau nasi dengan irisan cabai. Jumlah cabai tetap dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan toleransi masing-masing.

Sensasi Pedas yang Memengaruhi Tubuh

Ilustrasi tom yum sebagai salah satu contoh makanan pedas.

Perbesar

Ilustrasi tom yum sebagai salah satu contoh makanan pedas. (foto:unsplash)

Bagi sebagian orang, makanan pedas dapat memberikan sensasi yang membuat suasana hati terasa lebih baik. Ketika tubuh merespons rasa terbakar dari cabai, endorfin dapat dilepaskan.

Hormon ini berkaitan dengan rasa nyaman dan rasa senang sehingga muncul sensasi seperti “rush” setelah menyantap makanan pedas. Namun, efek tersebut bersifat sementara dan tidak dapat menggantikan cara penanganan stres yang dibutuhkan seseorang.

Rasa pedas juga dapat membantu ketika hidung terasa tersumbat. Cabai dapat merangsang keluarnya lendir sehingga saluran hidung terasa lebih lega. Efek ini bisa dirasakan saat menyantap hidangan berkuah dan bercita rasa pedas.

Beberapa pilihan yang bisa dicoba antara lain tom yum, sup ayam bercabai, mi pedas, atau kari dengan tambahan cabai. Pilih tingkat kepedasan yang masih nyaman agar manfaat sensasinya tidak berubah menjadi rasa tidak nyaman.

Menikmati Makanan Pedas Tanpa Berlebihan

Ilustrasi susu yang dapat membantu meredakan sensasi pedas pada makanan pedas.

Perbesar

Ilustrasi susu yang dapat membantu meredakan sensasi pedas pada makanan pedas. (foto:unsplash)

Makanan pedas lebih nyaman dikonsumsi jika dipadukan dengan bahan lain yang dapat menyeimbangkan rasa dan komposisinya. Jika rasa terbakar terasa terlalu kuat, susu, yoghurt, atau keju dapat membantu meredakan sensasi pedas karena kandungan lemak dan proteinnya.

Untuk menu sehari-hari, cabai dapat ditambahkan ke sayuran tumis, sup, salad, atau hidangan berbahan kacang-kacangan. Cara ini membuat makanan tetap memiliki rasa pedas tanpa menjadikan cabai sebagai satu-satunya komponen utama.

Perhatikan juga saus pedas kemasan. Beberapa produk dapat mengandung natrium atau gula dalam jumlah tinggi, sehingga label gizi sebaiknya diperiksa sebelum dikonsumsi rutin. Menggunakan cabai segar atau membuat sambal sendiri dapat membantu mengontrol bahan tambahan.

Jika belum terbiasa makan pedas, mulai dari jumlah kecil dan tingkatkan perlahan. Hentikan atau kurangi konsumsinya apabila muncul heartburn, sakit perut, atau keluhan pencernaan lainnya.