Luhut: China berharap Menkeu Suahasil hadir di pertemuan APEC

2026/09/19

Beijing (ANTARA) - Pemerintah China berharap Menteri Keuangan Suahasil Nazara dapat menghadiri pertemuan para menteri keuangan negara anggota APEC yang akan digelar di Hong Kong pada Oktober 2026, kata Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan.

"Dalam perbincangan saya, mereka tanya, 'Bisa tidak Pak Menteri Suahasil hadir di APEC Ministerial Meeting di Hong Kong?' Saya telepon Pak Sua, dan Pak Sua akan hadir. Mereka senang," katanya kepada ANTARA di Beijing, Jumat (18/9).

Hal itu disampaikan Luhut setelah bertemu dengan sejumlah pejabat pemerintahan China, antara lain Menteri Luar Negeri China Wang Yi, Sekretaris Jenderal Komite Nasional Majelis Permusyawaratan Politik Rakyat China (CPPCC) Wang Dongfeng, dan Ketua Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional (NDRC) Zheng Shanjie.

Pertemuan para menteri keuangan negara anggota APEC rencananya berlangsung di Hong Kong pada Oktober 2026, menjelang Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) APEC pada November 2026 di Shenzhen, yang kemungkinan mempertemukan Presiden AS Donald Trump, Presiden China Xi Jinping, dan pemimpin dunia lainnya.

"Juga mereka ingin agar Pak Sua melanjutkan Panda Bond dan Pak Sua mau, jadi mereka senang sekali," tambah Luhut.

Luhut, yang sebelumnya menjabat Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, memang memiliki hubungan erat dengan para pejabat pemerintahan China.

"Saat pertemuan dengan Menlu Wang Yi, dia hanya minta kepastianlah, kepastian aturan. Kalau ada perubahan aturan, jangan tiba-tiba. Mereka juga paham aturan bisa berubah, tapi jangan kaget-kaget. Ya, saya jelaskan karena Indonesia masih dalam masa transisi. Sekarang setelah satu-dua tahun sudah mulai ada aturan tetap," jelas Luhut.

Selain ke Beijing, Luhut juga menghadiri undangan Dewan Ekonomi dan Sosial China (CESC) di Hangzhou pada 15 September 2026.

"Di sana ada 20 negara, jadi kita bertukar pandangan. Saya baca di sana negara-negara Global South ingin bersatu karena sekarang dunia terfragmentasi, ketidakjelasan soal perang Iran-AS dan kapan Selat Hormuz dibuka. Dampaknya masih luas dan susah diprediksi," ungkap Luhut.

Menyikapi hal itu, Luhut mengatakan prinsip Indonesia tetap sama, yakni tidak berpihak pada satu blok kekuatan mana pun, tetapi tetap aktif bekerja sama dengan semua negara.

"Modal kita cukup kuat: ekonomi tumbuh 5,1 persen, inflasi terkendali di bawah 3 persen, rasio utang masih di bawah 40 persen, jauh lebih sehat dari banyak negara maju," kata Luhut.

Bersama Luhut, hadir juga Wakil Ketua DEN Mari Elka Pangestu, Sekretaris Eksekutif DEN Setiwan Hario Seto, Direktur Eksekutif DEN Mochammad Firman Hidayat, anggota DEN Heriyanto Irawan, Penasihat Khusus Bidang Hubungan Internasional Jona Widhagdo Putri, dan pejabat terkait lainnya.

Baca juga: Pembayaran utang Whoosh jadi bagian bahasan Luhut temui pejabat China

Baca juga: Pemerintah lakukan finalisasi pengalihan saham Whoosh

Pewarta: Desca Lidya Natalia
Editor: Rahmad Nasution
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.