LPPM Unsoed perkuat inovasi dan daya saing UMKM Batik Desa Dagan Purbalingga

2026/09/18

LPPM Unsoed perkuat inovasi dan daya saing UMKM Batik Desa Dagan Purbalingga

Jumat, 18 September 2026 21:39 WIB

Image Print

Tim Pengabdian LPPM Unsoed menunjukkan hasil kain batik bermotif tema Soedirman, salah satu capaian pelatihan diversifikasi produk Batik Mekar Wangi di Desa Dagan, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, 10-13 September 2026. ANTARA/HO-Unsoed

Kami melihat Desa Dagan punya modal besar

Purwokerto (ANTARA) - Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto mendorong penguatan kewirausahaan perdesaan melalui inovasi produk dan peningkatan daya saing Kelompok UMKM Batik Tulis Mekar Wangi di Desa Dagan, Kabupaten Purbalingga, Jateng.

Upaya tersebut dilakukan melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Berbasis Riset bertajuk "Penguatan Rural Entrepreneurship pada Kelompok UMKM Batik melalui Inovasi Produk dan Peningkatan Daya Saing Usaha di Desa Dagan Purbalingga" yang didanai Badan Layanan Umum (BLU) Unsoed tahun 2026, dengan kegiatan sosialisasi dan pelatihan pada 10-13 September 2026.

Ketua Tim PkM Drs. Achmad Sudjadi, M.Sc., Ph.D. mengatakan kelompok yang telah menjalankan usaha lebih dari lima tahun di bawah kepemimpinan Diyatmi tersebut menghadapi tiga persoalan utama, yakni variasi produk yang masih terbatas pada kain lembaran, identitas merek yang belum kuat, serta pencatatan keuangan yang masih bercampur dengan keuangan rumah tangga.

"Kami melihat Desa Dagan punya modal besar, yaitu keterampilan membatik yang sudah diwariskan turun-temurun. Sayangnya, potensi itu belum berkembang optimal karena produknya masih terbatas pada kain lembaran, belum punya identitas merek yang kuat, dan pengelolaan keuangannya juga belum tertata," katanya.

Ia mengatakan tim yang beranggotakan Sulistyandari, S.E., M.Si. dan Dr. Siti Maghfiroh, S.E., M.Si., Ak., CA., CTA., ACPA. menawarkan tiga solusi terintegrasi, yakni inovasi produk melalui teknik batik tulis berbasis pola pakaian jadi, penguatan branding, serta pelatihan manajemen keuangan sederhana.

Hasil pelatihan berupa kain batik tulis bermotif floral dan fauna yang siap diolah menjadi pakaian jadi, termasuk pengembangan motif bertema Soedirman sebagai penanda identitas lokal Desa Dagan.

Pada aspek pemasaran, tim pengabdian merancang identitas merek Batik Mekar Wangi berupa logo berbentuk medalion dengan ornamen batik serta label atau hang tag yang memuat kode, harga, dan kontak usaha.

Achmad mengatakan pelaksanaan kegiatan menghadapi kendala keterbatasan waktu karena proses batik tulis membutuhkan ketelitian dan waktu panjang, serta harus menyesuaikan aktivitas anggota yang sebagian merupakan ibu rumah tangga dan kondisi cuaca saat penjemuran.

Ia mengharapkan pendampingan tersebut memberikan manfaat berkelanjutan melalui peningkatan kemampuan produksi, pengelolaan usaha, dan penerapan keterampilan secara mandiri sehingga kualitas produk serta perkembangan usaha Batik Mekar Wangi dapat terus meningkat.

Sementara itu, Pimpinan Kelompok UMKM Batik Tulis Mekar Wangi Diyatmi mengatakan pelatihan tersebut memberikan pengalaman baru bagi anggota karena selama ini mereka lebih banyak memproduksi batik dalam bentuk kain lembaran.

Pewarta: Sumarwoto
Editor: M Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.