Lima Agenda METI untuk Percepat Transisi Energi di Indonesia

2026/09/02

"Jadi dari forum ini, Bapak Ibu, Bapak Wamen, kita berharap dalam EBTKE ConEx ini kami mengharapkan ada lima keluaran yang akan dihasilkan," kata Norman dalam The 12th Indonesia EBTKE ConEx 2026 di Jakarta, Rabu (2/9/2026).

Baca Juga: Apa yang Dimaksud Energi Terbarukan? Ini Penjelasan Lengkapnya

Pertama, METI mendorong penyusunan peta jalan eksekusi PLTS 100 gigawatt peak (GWp) yang terpadu.

Roadmap tersebut diharapkan tidak hanya memuat target kapasitas, tetapi juga tahapan proyek, lokasi prioritas, kesiapan jaringan listrik, hingga kebutuhan battery energy storage system (BESS).

"Yang pertama adalah peta jalan eksekusi PLTS 100 gigawatt peak yang terpadu yang memuat tahapan proyek, lokasi prioritas, kesiapan jaringan, kebutuhan baterai energy storage, pembagian peran pusat dan daerah, serta proses pengadaan dan PPA yang sederhana dan bankable," ujarnya.

Keluaran kedua yang didorong METI adalah kepastian implementasi berbagai jenis bahan bakar nabati, mulai dari biofuel E20, B50 hingga sustainable aviation fuel (SAF).

Menurut Norman, kepastian kebijakan tersebut perlu didukung dengan kejelasan volume, standar mutu, ketersediaan feedstock berkelanjutan, serta skema insentif yang tepat.

"Kedua, kepastian implementasi biofuel, E20, B50, dan SAF yang memerlukan kepastian volume, standar mutu feedstock yang berkelanjutan dan insentif yang tepat," tutur Norman.

Selain itu, METI mendorong skema pembiayaan yang sesuai karakteristik proyek serta penguatan sistem kelistrikan melalui transmisi, interkoneksi antarpulau, pump storage, dan smart grid.

Baca Juga: Apa yang Dimaksud Bioenergi? Ini Penjelasan Lengkapnya

"Yang kelima adalah transisi energy inclusive, ukurannya bukan tentang kapasitas yang terpasang, melainkan elektrifikasi 100%, tumbuhnya UMKM, dan kooperasi, hilirisasi EBT nasional, dan turunnya impor energi,” tambahnya.

Sekadar informasi, The 12th Indonesia EBTKE ConEx 2026 kembali digelar pada 2–4 September 2026 di JIEXPO Kemayoran, Jakarta. Gelaran tahun ini menjadi momentum bersejarah karena untuk pertama kalinya mempertemukan sembilan organisasi dalam satu penyelenggaraan.

METI menjadi tuan rumah utama bersama Masyarakat Konservasi dan Efisiensi Energi Indonesia (MASKEEI) sebagai co-host, serta tujuh asosiasi mitra, yakni AESI, AEAI, API, MEBI, APPL TA, PJCI, dan Masyarakat Biometana Indonesia. Penyelenggaraan ini turut didukung Boston Consulting Group sebagai knowledge partner.

Pada pertama penyelenggaraan turut diramaikan dengan peluncuran area pameran yang menampilkan lebih dari 20 perusahaan peserta dari sektor energi terbarukan dan kelistrikan, dimulainya sesi plenary dan breakout session pertama, serta pembukaan resmi Networking Hub.

Hari pertama juga ditandai dengan Signing Ceremony for EBTKE sebanyak 12 penandatangan dukungan program EBTKE.

Dukungan kebijakan pemerintah, meningkatnya minat investasi hijau, serta penguatan kerja sama regional menjadikan IndoEBTKE ConEx sebagai momentum penting untuk mempercepat eksekusi proyek dan implementasi solusi energi berkelanjutan di Indonesia dan kawasan ASEAN.