Lepas 123 calon wisudawan, FAI UMS tekankan integritas dan adaptasi di dunia kerja

2026/09/23

Lepas 123 calon wisudawan, FAI UMS tekankan integritas dan adaptasi di dunia kerja

Rabu, 23 September 2026 11:08 WIB

Image Print

Wisudawan/wisudawati Terbaik FAI UMS. ANTARA/HO-UMS

Solo (ANTARA) - Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan kegiatan Pelepasan Calon Wisudawan dan Wisudawati Periode I Tahun Akademik 2026/2027 di Hotel The Sunan Surakarta, Jawa Tengah, Selasa.

Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi mahasiswa sebelum memasuki tahap baru sebagai alumni yang siap berkontribusi di masyarakat.

Acara tersebut dihadiri oleh pimpinan fakultas, dosen, tenaga kependidikan, calon wisudawan, serta civitas academica FAI UMS. Pelepasan ini tidak hanya menjadi bentuk apresiasi atas keberhasilan mahasiswa menyelesaikan pendidikan, tetapi juga menjadi ruang pembekalan bagi calon alumni agar mampu menghadapi tantangan dunia kerja dan pengabdian dengan membawa nilai keilmuan Islam, profesionalitas, dan karakter Muhammadiyah.

Pada Periode I Tahun Akademik 2026/2027, FAI UMS melepas sebanyak 123 calon wisudawan dari berbagai jenjang pendidikan. Jumlah tersebut terdiri atas 101 lulusan program sarjana, 20 lulusan program magister, dan dua lulusan program doktor.

Berdasarkan program studi, jumlah lulusan terdiri atas 52 mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), 22 mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah (HES), 27 mahasiswa Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IQT), 15 mahasiswa Magister Pendidikan Agama Islam (MPAI), tiga mahasiswa Magister Hukum Ekonomi Syariah (MHES), serta dua mahasiswa Magister Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (MIQT).

Dalam sambutannya, Wakil Dekan III FAI UMS Fauzul Hanif Noor Athief, L.c., M.Sc., menyampaikan pesan kepada para calon alumni agar menjadikan perjalanan pendidikan sebagai proses menuju tujuan yang lebih besar, yaitu memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Perjalanan yang baik itu adalah perjalanan yang sampai pada tujuan,” ujar Fauzul Hanif.

Ia menjelaskan lulusan FAI UMS memiliki beragam kompetensi dan peluang pengabdian sesuai bidang keilmuan masing-masing. Para lulusan tidak hanya dipersiapkan untuk menjadi tenaga profesional di bidang pendidikan dan keagamaan, tetapi juga memiliki peluang untuk berkontribusi dalam berbagai sektor kehidupan.

Pada periode ini, FAI UMS mencatatkan lulusan yang memiliki berbagai orientasi profesi, di antaranya 52 calon guru, 22 calon hakim, 27 calon mufassir, serta lulusan yang dipersiapkan menjadi konsultan dan dai dari berbagai program studi.

Fauzul juga menyampaikan apresiasi kepada para lulusan yang telah menyelesaikan proses akademiknya. Ia menekankan bahwa keberhasilan alumni tidak semata-mata ditentukan oleh jenis pekerjaan yang diperoleh setelah lulus, tetapi juga oleh nilai integritas dan kebermanfaatan pekerjaan tersebut.

“Apapun pekerjaan kalian, selama pekerjaan itu halal, maka itu menjadi kebanggaan bagi kami. Jadilah alumni yang bangga dengan pilihan kalian. Yang terpenting adalah pekerjaan tersebut halal dan memberikan manfaat,” ungkapnya.

Menurutnya, para lulusan perlu membawa tiga bekal utama dalam perjalanan profesional, yaitu disiplin, tekun, dan kreativitas. Ketiga nilai tersebut menjadi modal penting agar alumni mampu beradaptasi dengan perubahan zaman dan menghadapi berbagai tantangan di masa depan.

Selain melepas calon alumni, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk melihat capaian akademik para lulusan. Pada jenjang sarjana, sebanyak 101 mahasiswa berhasil menyelesaikan pendidikan dengan rata-rata IPK 3,49 dan rata-rata lama studi 3 tahun 8 bulan.

Sementara itu, sebanyak 20 mahasiswa program magister mencatatkan rata-rata IPK 3,88 dengan rata-rata masa studi 1 tahun 5 bulan. Pada jenjang doktor, sebanyak 2 mahasiswa menyelesaikan studi dengan rata-rata IPK 3,77 dan rata-rata lama studi 3 tahun 7 bulan.

FAI UMS juga memberikan apresiasi kepada wisudawan terbaik dari masing-masing program studi. Mereka adalah:
Aisyah Ainul Qolbi dari Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), dengan IPK 3,84.

Nafidz Azzam dari Program Studi Hukum Ekonomi Syariah (HES), dengan IPK 3,79.
Nabila Zakiyah dari Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IQT), dengan IPK 3,71.
Fadhilla Nangroe Anggraini dari Program Magister Pendidikan Agama Islam (MPAI), dengan IPK 3,96.

Kurnaedi dari Program Magister Hukum Ekonomi Syariah (MHES), dengan IPK 3,94.
Trisno Susilo dari Program Magister Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (MIQT), dengan IPK 4,00.

Dalam kegiatan tersebut, perwakilan alumni FAI UMS, Devi Hidayah Fajar, M.E., Sy, turut memberikan pesan motivasi kepada calon wisudawan. Ia mengingatkan lulusan tidak perlu merasa khawatir menghadapi dunia kerja selama memiliki prinsip hidup yang kuat dan terus mengembangkan diri.

Sebagai alumni Program Studi Hukum Ekonomi Syariah, Devi menceritakan bahwa perjalanan karier tidak selalu berjalan sesuai dengan rencana awal. Ia mengajak para lulusan untuk terbuka terhadap berbagai kesempatan yang hadir.

“Jangan khawatir berkaitan dengan pekerjaan. Kembali kepada prinsip hidup. Apapun kesempatan yang datang, jangan langsung memilih dan membatasi diri. Terima terlebih dahulu, kemudian terus berkembang,” katanya.

Devi memperkenalkan konsep 3C, yaitu Circle, Credibility, dan Capability, sebagai bekal penting bagi lulusan dalam membangun masa depan.

Pertama, Circle atau jaringan. Menurut Devi, membangun komunitas dan relasi positif menjadi bagian penting setelah seseorang menyelesaikan pendidikan tinggi.

“Setelah lulus kuliah, jaringan harus terus dicari. Bergabunglah dengan komunitas pendidik, ulama, maupun komunitas positif lainnya. Dari sana akan banyak manfaat dan peluang yang terbuka,” jelasnya.

Kedua, Credibility atau kemampuan menjaga kepercayaan. Ia menekankan bahwa alumni harus menjadi pribadi yang amanah dan mampu mempertanggungjawabkan setiap tugas yang diberikan.

“Jadilah orang yang bisa memegang amanah dan dapat dipercaya. Kredibilitas menjadi modal penting dalam perjalanan profesional,” ujarnya.

Ketiga, Capability atau kapasitas diri. Devi mengingatkan para lulusan agar terus meningkatkan kemampuan, membangun personal branding, serta memiliki pola pikir berkembang (growth mindset).

“Jangan bertahan di zona nyaman. Bangunlah kemampuan, jadilah orang yang dipercaya, jaga jaringan yang baik, dan terus berkembang,” tambahnya.

Pewarta: Aris Wasita
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.