Senin, 3 Agustus 2026 - 19:47 WIB
Jakarta, VIVA – RTV resmi meluncurkan Rajawali Junior League (RJL) 2026 sebagai kompetisi sepak bola usia dini yang akan digelar pada 29-30 Agustus 2026 di Sport Center Kelapa Dua, Tangerang. Tak sekadar memperkenalkan turnamen, peluncuran tersebut juga menjadi ajang Coaching Clinic mengenai tantangan pembinaan sepak bola usia dini di Indonesia yang disampaikan mantan pemain Timnas Indonesia Ismed Sofyan dan Greg Nwokolo.
Baca Juga
Rajawali Junior League tahun ini diikuti 48 tim, terdiri dari 32 tim kategori U-10 yang berasal dari sekolah dasar dan 16 tim kategori U-13 dari berbagai Sekolah Sepak Bola (SSB). Mengusung tema Belajar, Berkompetisi, dan Tumbuh Bersama, kompetisi ini diharapkan menjadi wadah pembinaan sekaligus membangun karakter anak-anak melalui sepak bola.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Ismed Sofyan menilai Indonesia sebenarnya memiliki banyak sekolah sepak bola dan akademi. Namun, menurutnya, yang masih dibutuhkan adalah kompetisi yang berkelanjutan agar para pemain muda memiliki ruang untuk berkembang.
Baca Juga
"Sepak bola usia dini itu butuh wadah untuk berkompetisi. Banyak SSB dan akademi, tetapi kompetisi menjadi pondasi agar mereka berkembang. Di situ mereka belajar tanggung jawab, disiplin, fair play, dan respek. Itu yang menjadi bekal mereka ke depan," ujar Ismed di Jakarta, Senin 3 Agustus 2026.
Legenda Persija Jakarta itu juga mengingatkan bahwa perjalanan menjadi pesepak bola profesional tidak selalu berjalan mulus. Ia mengaku pernah gagal mengikuti sebuah kompetisi, tetapi memilih menjadikan pengalaman tersebut sebagai motivasi untuk bekerja lebih keras.
Baca Juga
"Saya pernah gagal. Tapi saya tidak kecewa berlarut-larut. Saya introspeksi diri dan berlatih lebih keras. Tahun berikutnya bukan hanya terpilih, saya justru dipercaya menjadi kapten. Jadi kegagalan harus dijadikan batu loncatan, bukan alasan untuk menyerah," katanya.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Sementara itu, Greg Nwokolo menyoroti pentingnya membangun kecintaan anak terhadap sepak bola sejak usia dini. Menurut mantan penyerang Timnas Indonesia tersebut, pembinaan tidak boleh terlalu membebani pemain muda dengan target maupun taktik yang rumit.
"Di usia muda, biarkan anak-anak menikmati sepak bola. Jangan kasih beban yang berlebihan. Mereka harus senang dulu bermain sepak bola, baru nanti berkembang secara bertahap," ujar Greg.
Halaman Selanjutnya
Pria kelahiran Nigeria itu menceritakan dirinya tumbuh dengan bermain street football tanpa fasilitas yang memadai. Namun, keterbatasan tersebut justru membentuk karakter disiplin dan kemauan untuk terus belajar.