Ambon (ANTARA) -
Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan (DLHP) Kota Ambon, Maluku, bersama tim Ocean Cleanup melakukan survei untuk mengidentifikasi titik penumpukan sampah di sembilan sungai yang bermuara ke Teluk Ambon.
“Identifikasi dilakukan terutama pada kawasan muara sungai atau sekitar jembatan utama yang menjadi titik akumulasi sampah dari wilayah hulu dan permukiman sebelum terbawa ke laut,” kata Kepala DLHP Ambon Apries B. Gaspersz, di Ambon, Senin.
Survei tersebut merupakan tindak lanjut hasil rapat teknis DLHP Kota Ambon bersama Ocean Cleanup dan Balai Wilayah Sungai (BWS), dengan menyasar saluran terbuka, kawasan hilir sungai, perairan Teluk Ambon, kawasan mangrove serta DAM Rinjani.
Sembilan sungai yang menjadi lokasi survei yakni Wainitu, Wai Batu Gantong, Wai Batu Gajah, Wai Tomu, Wai Batu Merah, Wairuhu, Waiheru, Wailela dan Waiyame.
Dalam survei tersebut, tim juga mengunjungi lima sungai yang menjadi prioritas untuk mengidentifikasi titik penumpukan sampah di bagian hilir sebelum sampah masuk ke perairan Teluk Ambon.
Lima sungai prioritas tersebut yakni Wai Batu Merah, Wairuhu, Waiheru, Wai Tomu dan Wai Batu Gantong.
Pada Wai Batu Merah, survei dilakukan di area bawah jembatan jalur utama hingga kawasan permukiman apung di sekitar pangkalan ojek dan pasar. Di lokasi tersebut ditemukan tumpukan sampah di bagian hilir, talud serta kawasan sedimentasi pasir.
“Kondisi kawasan yang padat penduduk membuat volume sampah plastik di wilayah tersebut cukup tinggi. Tumpukan sampah juga menyebabkan kondisi lingkungan terlihat kumuh dan tidak higienis,” ujarnya.
Sementara di Wai Ruhu, kawasan Galala-Hative Kecil, tim mengidentifikasi sampah yang tersangkut di sekitar pondasi jembatan dan vegetasi di sepanjang aliran menuju muara. Sampah yang ditemukan di antaranya merupakan sampah rumah tangga campuran hingga perabot seperti kursi dan sofa.
Untuk Waiheru, titik pemantauan berada di bagian hilir dekat kawasan permukiman sebelum memasuki ekosistem mangrove. Sampah yang ditemukan didominasi plastik pembungkus dan styrofoam.
Sedangkan di Wai Tomu, survei dilakukan di sepanjang talud bagian hilir di belakang kawasan perhotelan dan pertokoan, hingga sekitar jembatan menuju kawasan pantai Mardika. Sampah domestik perkotaan terlihat menumpuk di pinggiran beton terutama saat air surut.
Pada Wai Batu Gantong, titik pemantauan berada di sekitar jembatan hilir kawasan Talake menuju muara. Kondisi aliran yang sempit dan topografi yang curam menyebabkan sampah mudah tertahan di sejumlah kelokan aliran sungai.
“Hasil survei tersebut akan menjadi bagian dari pemetaan kondisi sampah di sungai-sungai yang bermuara ke Teluk Ambon,” ucapnya.
Apries menambahkan, data lapangan diharapkan dapat membantu menentukan titik prioritas penanganan sampah, khususnya pada kawasan hilir yang berpotensi menjadi jalur masuk sampah dari daratan ke laut.
Selain mengidentifikasi kondisi sampah, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga terkait dan pihak yang bergerak dalam penanganan sampah untuk menjaga kebersihan sungai serta ekosistem Teluk Ambon.
Pewarta: Winda Herman
Editor : Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.