Kulon Progo memperkuat ekonomi kerakyatan lewat peluncuran

2026/07/25

Kulon Progo memperkuat ekonomi kerakyatan lewat peluncuran "Kopi Roro"

Sabtu, 25 Juli 2026 20:52 WIB

Image Print

Ilustrasi-Warga memetik buah kopi robusta di Kalisalam, Candiroto, Temanggung, Jawa Tengah, Senin (20/7/2026). Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKPPP) Kabupaten Temanggung mendorong petani kopi melakukan petik merah guna meningkatkan kualitas hasil panen di tengah menurunnya produksi kopi pada panen raya 2026. ANTARA FOTO/Anis Efizudin/tom.

Kulon Progo (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kulon Progo meresmikan "Kopi Roro", usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berupa penjualan minuman kopi keliling untuk memperkuat ekonomi kerakyatan berbasis produk lokal.

Program strategis Kopi Roro merupakan hasil kolaborasi lintas sektor dan dukungan Dana Keistimewaan Yogyakarta melalui Paniradya Kaistimewan, bersamaan dengan penyerahan bantuan lima unit armada gerobak kopi keliling.

Peluncuran Kopi Roro, yang berarti kopi roda loro (kopi keliling dengan roda dua atau motor), dilakukan bertepatan dengan puncak peringatan ke-79 Hari Koperasi dan ke-11 Hari UMKM di Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Sogan, Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta.

"Inisiatif ini untuk mendorong digitalisasi, profesionalisme, serta ekspansi pemasaran produk unggulan biji kopi Menoreh agar mampu bersaing di pasar nasional hingga global," kata Asisten Daerah (Asda) 2 Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Pemkab Kulon Progo Agung Kurniawan di Kulon Progo pada Sabtu.

Agung berharap transformasi tata kelola koperasi menjadi lebih modern dan berorientasi pada sektor riil. Menurutnya, era koperasi konvensional harus segera bertransformasi menyesuaikan zaman.

"Sudah saatnya kita mengubah dari budaya pengusaha takdir menjadi budaya pengusaha tajir, seperti yang dikatakan Wakil Menteri UMKM Helvi Yuni Moraza saat peresmian PLUT beberapa waktu lalu. Koperasi konvensional harus berubah, harus dengan nilai tambah, profesional, dan membangun sektor riil agar bisa membawa manfaat bagi anggota serta kesejahteraan masyarakat," kata Agung.

Pemkab Kulon Progo melakukan pendampingan intensif dari hulu ke hilir, mulai dari perizinan, sertifikasi halal, PIRT, hingga standardisasi agar produk UMKM dan koperasi bisa masuk ke pasar yang lebih luas.

"Pemkab Kulon Progo memfasilitasi, mulai dari pendampingan hingga penjualan. Semoga ekonomi kerakyatan di Kulon Progo semakin kuat," katanya.

Sementara itu, Paniradya Pati Kaistimewan DIY Kurniawan mengatakan peran pemerintah daerah bertindak sebagai katalisator untuk menstimulasi kemandirian lembaga ekonomi lokal.

"Koperasi dan UMKM ini kekuatan ekonomi di DIY. Kami tidak punya industri besar seperti daerah lain, sehingga keberadaan mereka menjadi perhatian utama. Paniradya hadir dalam fungsi pemerintah sebagai katalisator, tidak mungkin membantu secara langsung terus-menerus, tetapi memberikan stimulan agar mereka lebih adaptif, mandiri, dan berkelanjutan," kata Kurniawan.

Dia menambahkan tantangan terbesar koperasi saat ini datang dari internal, yakni sejauh mana lembaga tersebut mampu adaptif terhadap kemajuan teknologi dan dinamika pasar.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kulon Progo Iffah Mufidati mengungkapkan koperasi merupakan "rumah besar" bagi para pelaku usaha kecil untuk tumbuh bersama.

Bantuan armada Kopi Roro dan hadirnya toko kopi tersebut menjadi wujud konkret kolaborasi antara UMKM dengan Koperasi Desa Merah Putih.

"Data Koperasi Kulon Progo saat ini mencapai 379 koperasi, termasuk 88 Koperasi Desa Merah Putih. Koperasi adalah rumah besar UMKM. Melalui penyerahan lima unit armada Kopi Roro tahun ini, melengkapi dua unit pada tahun lalu, kami ingin mendorong pemasaran biji kopi Menoreh yang memiliki cita rasa khas secara lebih agresif," kata Iffah.

Iffah mengatakan PLUT Sogan berperan sebagai pusat layanan inklusif bagi pelaku usaha daerah yang mendampingi kebutuhan dari hulu ke hilir; mulai dari legalitas, sertifikasi halal, NIB, permodalan, sampai pemasaran digital melalui Sibakul DIY yang menyediakan fasilitas gratis ongkos pengiriman.

Dukungan penuh juga disampaikan Ketua DPRD Kulon Progo Aris Syarifuddin yang menyatakan komitmennya untuk terus mengawal regulasi dan anggaran yang berpihak pada rakyat demi kemajuan UMKM serta koperasi di Bumi Binangun.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: "Kopi Roro" perkuat ekonomi kerakyatan Kulon Progo

Pewarta : Sutarmi
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026