Kudus gandeng swasta siapkan 37 truk tangki atasi kekeringan
Kamis, 3 September 2026 21:14 WIB
Bupati Kudus Sam'ani Intakoris saat rapat paripurna DPRD Kudus, Jawa Tengah, Kamis (3/9/2026). ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif.
Kudus (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, menggandeng perusahaan swasta untuk mengantisipasi dampak kekeringan akibat kemarau panjang, salah satunya dengan menyiapkan hampir 37 armada truk tangki untuk mendistribusikan air bersih kepada masyarakat terdampak.
"Puluhan armada tersebut berasal dari berbagai unsur, mulai dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), PDAM, TNI, hingga dukungan sejumlah perusahaan swasta di Kabupaten Kudus. Armada truk tangki itu untuk pendistribusian air bersih kepada warga terdampak kemarau," kata Bupati Kudus Sam'ani Intakoris ditemui usai rapat paripurna DPRD Kudus, Kamis.
Menurut dia dukungan lintas sektor tersebut diperlukan untuk memperkuat penanganan kekeringan sekaligus memastikan kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi selama musim kemarau.
Sam'ani menyebutkan sejumlah perusahaan di Kudus turut menyediakan depo air dan armada untuk mendukung pendistribusian air bersih. Di antaranya perusahaan rokok dan industri lainnya yang memiliki sarana penyediaan air.
"Insya Allah stok air cukup. Baik itu depo yang ada di PKPLH, yang ada di perusahaan itu, baik Djarum, Nojorono, Pura, maupun Sukun, dan pabrik kertas yang lain," ujarnya.
Dukungan puluhan armada tersebut, kata dia, tidak hanya untuk mendistribusikan air bersih tetapi juga untuk mengantisipasi kebakaran.
Ia menambahkan Pemkab Kudus juga telah menyiapkan anggaran untuk penanganan bencana sehingga kebutuhan dalam menghadapi kondisi kekeringan dinilai masih aman.
Selain memastikan ketersediaan air bersih, Pemkab Kudus juga memperkuat langkah antisipasi bencana dengan menyiapkan sarana dan prasarana penanggulangan kebakaran, sistem peringatan dini, serta meningkatkan koordinasi antar organisasi perangkat daerah (OPD), pemerintah desa, masyarakat, dan instansi vertikal.
Sam'ani mengatakan pemerintah bersama seluruh elemen masyarakat juga akan melaksanakan salat Istisqa sebagai bentuk ikhtiar dan doa agar hujan segera turun untuk mengakhiri kemarau.
Ia berharap sinergi antara pemerintah, TNI, Polri, BPBD, perusahaan swasta, dan masyarakat dapat mempercepat penanganan dampak kekeringan maupun potensi kebakaran selama musim kemarau.
Pewarta: Akhmad Nazaruddin
Editor:
Immanuel Citra Senjaya
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.