Banjarmasin (ANTARA) - Rombongan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik bersama Kalimantan Universities Consortium (KUC) – Borneo Studies Network (BSN) Tahun 2026 resmi dilepas dalam acara intimate meeting yang digelar di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Pada keterangan tertulis yang diterima di Banjarmasin, Senin, acara strategis ini menjadi momentum penting dalam memperkuat komitmen pengabdian dan riset transdisiplin perguruan tinggi se-Kalimantan untuk menyukseskan pembangunan Ibu Kota Baru.
Program KKN kolaboratif yang digagas oleh Kalimantan Universities Consortium (KUC) ini diikuti oleh 35 mahasiswa terpilih dari 9 Perguruan Tinggi se-Kalimantan yang dijadwalkan mengabdi mulai 13 Juli hingga 5 Agustus 2026. Mengusung konsep KKN Living Lab OIKN, para mahasiswa ditantang untuk belajar secara interdisipliner langsung dari permasalahan nyata di lapangan serta berkolaborasi merumuskan solusi inovatif.
“Dan bisa dikatakan KKN hari ini adalah momentum besar untuk menyatukan seluruh kekuatan mahasiswa se-Kalimantan dalam satu komitmen nyata bagi Nusantara," ungkap Isradi, yang pada kesempatan tersebut juga menyerahkan estafet kepemimpinan KUC selanjutnya kepada Rektor Universitas Borneo Tarakan (UBT).
Isradi menjelaskan dan memberikan pesan tegas dan motivasi kepada para mahasiswa yang diterjunkan ke lapangan. "Kalau kamu tidak terlalu pintar, tunjukkan bahwa kamu orang bersantun, orang terbaik, orang terjujur, orang terdisiplin. Anda adalah brand Kalimantan, jangan kecewakan Kalimantan," tegas Isradi.
Akbar menilai konsorsium lokal ini menjadi percontohan kuat bagi penguatan mutu akademik nasional. “Ini menjadi cikal bakal dan menjadi fondasi yang kuat untuk membangun kolaborasi perguruan tinggi, khususnya di Wilayah Kalimantan” jelasnya.
Akbar berharap kepengurusan KUC yang baru dapat memperluas jaringan hingga membentuk konsorsium per rumpun ilmu agar melahirkan inovasi dari seluruh program studi yang kian tajam bagi IKN. Ia juga memotivasi 35 mahasiswa dari 9 perguruan tinggi se-Kalimantan yang akan melaksanakan KKN Living Lab di IKN agar menjaga integritas dan memberikan kontribusi terbaiknya di lapangan.
Merespons paparan dari dunia pendidikan tersebut, Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono menyambut hangat kehadiran para mahasiswa dan meminta agar sinergi ini tidak berhenti pada seremonial tahunan. Basuki mendorong agar ke depan, program riset yang ditawarkan dirancang secara multi-years (minimal 2 hingga 3 tahun) agar hasilnya benar-benar kredibel dan berdampak langsung pada pembangunan nasional.
Guna menyokong hal tersebut, OIKN telah menyiapkan sistem mentoring personal bagi mahasiswa di bawah supervisi direktur teknis.
"Mereka tiap minggu akan kasih laporan, presentasi, apa yang dilihat satu minggu itu," ujar Basuki.
Lebih lanjut Basuki berharap, lewat metode belajar living laboratory ini, mahasiswa mampu menggunakan kesempatan langka ini untuk memperluas jejaring antar-kampus (seperti Bandung, Jogja, Lampung, dan Kalimantan) sekaligus menguji kekuatan ilmu mereka di dunia nyata.
"Saya kira IKN ini adalah yang beda, lokasi yang beda untuk bisa dipelajari kekuatannya pun maupun kelemahannya. Kalau Anda bisa menemukan kelemahannya, usulkan pada kami, bisa diperbaiki," pungkas Basuki seraya resmi melepas para mahasiswa untuk memulai masa baktinya di Nusantara.
Pewarta: Latif Thohir
Editor : Sukarli
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.