Sorong (ANTARA) - Pemerintah Kota Sorong, Papua Barat Daya, melalui Dinas Pertanian menyalurkan bantuan 19 ekor sapi kepada dua kelompok peternak orang asli Papua (OAP) untuk mendukung pengembangan usaha peternakan di daerah tersebut.
Kepala Dinas Pertanian Kota Sorong Nelwan Hara di Sorong, Senin, mengatakan bantuan tersebut disalurkan kepada dua kelompok peternak yang berada di Distrik Sorong Barat dan Sorong Timur.
“Tahun ini kami menyerahkan 19 ekor sapi untuk dua kelompok. Satu kelompok mendapat 10 ekor dan satu kelompok lainnya mendapat sembilan ekor,” katanya.
Ia menjelaskan penyaluran bantuan ternak tersebut merupakan bagian dari program Dinas Pertanian Kota Sorong untuk meningkatkan pengembangan peternakan sekaligus mendukung masyarakat asli Papua.
Menurut dia, Dinas Pertanian tidak hanya memberikan bantuan ternak, tetapi juga melakukan pengawasan dan pembinaan secara langsung kepada peternak di lapangan.
“Dalam hal ini bidang peternakan kami langsung melakukan pengawasan dan pembinaan terhadap peternak-peternak kita di lapangan,” ujarnya.
Nelwan mengatakan program bantuan ternak sapi tersebut telah memasuki tahun kedua. Pada tahun sebelumnya, Dinas Pertanian Kota Sorong menyalurkan bantuan ternak kepada enam kelompok peternak.
Sementara, kata dia, pada tahun ini jumlah kelompok penerima bantuan berkurang menjadi dua kelompok karena adanya efisiensi anggaran.
“Kalau tahun kemarin kami memberikan bantuan ternak sapi kepada enam kelompok, tahun ini kami hanya bisa menyasar dua kelompok karena efisiensi anggaran,” katanya.
Ia menegaskan pengawasan dan pembinaan terhadap kelompok penerima bantuan akan terus dilakukan guna memastikan sapi yang diberikan dapat dipelihara dan dikembangkan dengan baik.
Dinas Pertanian Kota Sorong juga akan melakukan pendampingan kepada peternak sebagai bagian dari upaya pengembangan sektor peternakan di daerah tersebut.
Pewarta: Yuvensius Lasa Banafanu
Editor : Evarianus Supar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.