Kota Palu libatkan siswa edukasi lingkungan melalui program Siswaku

2026/10/01

Kota Palu libatkan siswa edukasi lingkungan melalui program Siswaku

Kamis, 1 Oktober 2026 11:13 WIB

Image Print

Wakil Wali Kota Palu Imelda Liliana Muhidin menghadiri peluncuran program Siswaku di SMP Al-Azhar Mandiri Palu. ANTARA/HO-Humas Pemkot Palu

Palu (ANTARA) - Pemerintah Kota Palu melibatkan pelajar dalam edukasi kependudukan dan wawasan lingkungan melalui program Transformasi Sekolah Siaga Kependudukan Berwawasan Lingkungan (Siswaku).

“Kenapa kita menggandeng siswa SMP? Karena kalau kita turun ke lapangan dan hanya mendoktrin, itu tidak masuk. Mereka adalah generasi Z yang membutuhkan penanganan dan cara penyampaian yang berbeda,” kata Wakil Wali Kota Palu Imelda Liliana Muhidin di Palu, Kamis.

Ia mengatakan keterlibatan siswa dalam program tersebut menjadi langkah strategis karena generasi muda saat ini membutuhkan pendekatan yang berbeda dalam menerima informasi dan pembelajaran.

Pendekatan kepada generasi muda, kata dia, perlu dilakukan dengan melibatkan mereka secara langsung agar pengetahuan yang diperoleh tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga dapat dipahami melalui praktik di lapangan.

Menurut dia, sejumlah perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kota Palu juga mulai melibatkan mahasiswa dan anak-anak muda dalam berbagai kegiatan untuk memberikan pengalaman langsung kepada mereka.

Ia mengatakan pelibatan tersebut penting agar anak-anak muda dapat memahami perbedaan antara teori dan praktik dalam kehidupan di masyarakat.

Program Siswaku melibatkan SMP Negeri 6 Palu, SMP Negeri 8 Palu, dan SMP Al-Azhar Mandiri Palu. Program tersebut merupakan proyek perubahan dalam Pendidikan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XVII Tahun 2026 yang digagas Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P2KB) Kota Palu Ridwan Mustapa.

Imelda mengapresiasi inovasi tersebut sebagai bentuk transformasi edukasi di lingkungan sekolah. Menurut dia, program tersebut dapat menjadi inovasi yang diterapkan untuk memberikan pemahaman kepada peserta didik mengenai kependudukan dan lingkungan.

“Alhamdulillah, Pak Kadis dengan proyek perubahannya telah membuat suatu inovasi transformasi di sekolah. Ini sesuatu yang berbeda dan saya yakin belum ada. Benar-benar ini inovasi yang baik dan bisa kita terapkan,” ujarnya.

Ia berharap program Siswaku tidak hanya diterapkan pada jenjang SMP, tetapi dapat dikembangkan hingga tingkat sekolah dasar sehingga pemahaman mengenai kependudukan dan lingkungan dapat ditanamkan sejak usia dini.

Menurut dia, pemahaman tersebut penting ditanamkan sejak kecil agar hasil dari pendidikan mengenai kependudukan dan lingkungan dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Ia juga menekankan pentingnya peran keluarga dalam memberikan pendidikan kepada anak. Pembentukan karakter dan pemahaman anak terhadap berbagai persoalan kependudukan serta lingkungan, kata dia, tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah dan pemerintah, tetapi juga dimulai dari lingkungan keluarga.

Selain itu, ia mengatakan pelibatan generasi muda juga dapat dilakukan melalui Forum Generasi Berencana (Genre) yang melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah, termasuk Dinas P2KB.

Menurut dia, Forum Genre dapat menjadi wadah untuk melibatkan anak-anak muda dalam kegiatan di masyarakat sehingga mereka memperoleh pemahaman mengenai proses tumbuh dan berkembang anak serta kehidupan sosial.

Ia berharap Siswaku dapat menjadi model inovasi yang terus dikembangkan sehingga memberikan dampak terhadap peningkatan pemahaman peserta didik mengenai kependudukan, keluarga, dan kepedulian terhadap lingkungan.

“Anak-anak muda kita libatkan turun ke masyarakat, sehingga mereka lebih memahami bagaimana anak-anak tumbuh dan berkembang,” ujarnya.

Pewarta : Nur Amalia Amir
Editor: Muhammad Zulfikar
COPYRIGHT © ANTARA 2026