Denpasar (ANTARA) - Gubernur Bali Wayan Koster menyatakan komitmen untuk mendata anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Provinsi Bali Tahun 2026 yang berasal dari keluarga kurang mampu atas prestasi yang telah mereka raih.
Koster di Denpasar, Sabtu menyampaikan ini usai memimpin upacara Pengukuhan 72 anggota Paskibraka Provinsi Bali Tahun 2026 menyusul adanya sejumlah anggota pasukan yang memiliki latar belakang ekonomi terbatas namun berhasil lolos seleksi ketat.
"Nanti kita cek datanya seperti apa, prinsipnya oke, bantu," kata Koster menanggapi potensi pemberian bantuan bagi para pelajar berprestasi tersebut.
Ia sendiri merasa bangga dan memberi apresiasi yang tinggi terhadap semangat serta kedisiplinan para putra-putri daerah yang terpilih menjadi pengibar bendera pada upacara peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan RI tingkat provinsi.
"Saya sangat senang ya, luar biasa spiritnya, saya kira ini akan menjadi kader yang bagus, mudah-mudahan mereka bisa meningkat terus dan menjadi putra-putri terbaik Bali," ujarnya.
Dalam pengukuhan tersebut, Gubernur Koster secara resmi melantik para anggota Paskibraka dengan mengucapkan kata-kata pengukuhan.
"Dengan menganugerahkan rahmat Tuhan Yang Maha Esa, Idha Sang Hyang Widhi Wasa, saya Gubernur Bali mengukuhkan anak-anakku sekalian sebagai anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka Provinsi Bali Tahun 2026, semoga seluruh pengabdian yang dilaksanakan menjadi dharma bhakti yang suci, serta memberikan manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara," ucap Koster saat pengukuhan.
Orang nomor satu di Pemprov Bali itu juga menegaskan dirinya pasti hadir langsung memimpin Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan RI pada 17 Agustus mendatang di Lapangan Niti Mandala Renon, Monumen Perjuangan Rakyat Bali.
Menurutnya, menghadiri momentum bersejarah tersebut merupakan bentuk penghormatan atas perjuangan para pahlawan.
"Hadir dong, 17 Agustus ya harus hadir, setahun sekali, dulu orang berjuang susah, sekarang kita tinggal melaksanakan pengukuhan dan upacara," kata Koster.
Kepala Bidang Ideologi, Wawasan Kebangsaan, dan Karakter Bangsa Badan Kesbangpol Bali I Komang Kusumaedi menambahkan bahwa sebanyak 72 pelajar dari sembilan kabupaten/kota se-Bali yang dikukuhkan merupakan hasil seleksi ketat dari total 90 peserta awal.
Dari 90 peserta tersebut, sebanyak 16 anak harus kembali ke kabupaten/kota dan dua orang pelajar terpilih mewakili Bali ke tingkat nasional, di mana salah satunya berasal dari Karangasem dengan latar belakang anak yatim.
Kusumaedi menyebut para anggota Paskibraka daerah berasal dari berbagai latar belakang profesi orang tua, mulai dari ASN, sopir, hingga keluarga kurang mampu di wilayah Jembrana, Karangasem, dan Klungkung (Nusa Penida).
Meski demikian, mereka terbukti unggul dalam nilai Tes Inteligensia Umum (TIU), Wawasan Kebangsaan, psikotes, kesamaptaan, hingga wawancara kepribadian.
Menindaklanjuti arahan Gubernur Bali mengenai bantuan bagi siswa kurang mampu, Kusumaedi mengatakan Pemprov Bali terus mendorong kelanjutan pendidikan para Paskibraka Provinsi Bali melalui sinergi dengan sekolah dan kesbangpol kabupaten/kota, termasuk peluang integrasi ke program prioritas Satu Keluarga Satu Sarjana.
Ia memandang, bantuan berupa pendidikan menjadi kebutuhan dasar para pelajar kelas 10 SMA/SMK itu, mengingat selama latihan mereka kerap bercerita mimpi dan cita-cita yang tinggi dan membutuhkan dana besar untuk menggapainya.
"Adik-adik ini kan baru kelas 10, sebagian besar cita-citanya luar biasa, semalam ada yang bilang ingin ke sekolah kedinasan, guru, hingga dokter, bagi yang dari keluarga tidak mampu, ini bisa didorong melalui program Bapak Gubernur Satu Keluarga Satu Sarjana,” ujar Kusumaedi.
Selain jaminan pembinaan hingga Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni 2027, Pemprov Bali juga memberikan penghargaan finansial berupa uang harian selama karantina 21 hari serta uang saku penghargaan sebesar Rp5 juta per orang usai penugasan, dilengkapi pin dan piagam penghargaan dari Gubernur Bali.
Pewarta: Ni Putu Putri Muliantari
Editor : Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.