Korea Selatan bahas kontribusi di Selat Hormuz dengan sejumlah negara
Rabu, 9 September 2026 15:52 WIB
Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung. ANTARA/HO-BPMI Sekretariat Presiden/aa.
Islamabad (ANTARA) - Korea Selatan mengatakan bahwa pihaknya masih melakukan konsultasi dengan sejumlah negara mengenai “kontribusi praktis” yang dapat diberikan di Selat Hormuz, yang hampir tertutup akibat meningkatnya kembali permusuhan antara Amerika Serikat dan Iran.
“Korea masih berkonsultasi dengan sejumlah negara—khususnya Amerika Serikat—mengenai kontribusi praktisnya di Selat Hormuz,” demikian dilaporkan surat kabar berbahasa Inggris Korea JoongAng Daily, mengutip seorang pejabat dari kantor kepresidenan Korea Selatan pada Selasa (8/9).
“Posisi Korea adalah mengambil peran dalam upaya internasional untuk menjaga agar Selat Hormuz tetap terbuka bagi pelayaran,” kata pejabat tersebut.
Ia menambahkan bahwa Korea Selatan juga tengah berdialog dengan Prancis, Inggris, dan Amerika Serikat.
Mengisyaratkan bahwa Seoul tidak akan terburu-buru mengerahkan pasukan ke selat tersebut, Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung mengatakan kepada Presiden Prancis Emmanuel Macron bahwa setiap keputusan terkait hal itu akan didasarkan pada kepentingan nasional dan konsensus publik Korea Selatan, bukan tekanan dari pihak luar.
“Menyadari pentingnya stabilitas di selat tersebut, kami akan menentukan bentuk kontribusi berdasarkan kepentingan nasional dan konsensus publik,” kata Lee dalam pertemuan selama dua jam di Paris pada Selasa.
Pembicaraan tersebut berfokus pada kemungkinan kontribusi Korea Selatan terhadap upaya internasional untuk menjamin keamanan serta kebebasan navigasi di Selat Hormuz.
Namun, pembicaraan itu tidak secara khusus mengarah pada kontribusi militer atau pengerahan pasukan ke selat tersebut, di tengah tekanan berkelanjutan dari Amerika Serikat.
“Masih terlalu dini untuk menyebut pembicaraan hari ini sebagai pembahasan mengenai pengerahan pasukan,” kata pejabat kantor kepresidenan tersebut.
“Kami belum mengerucutkan bentuk kontribusi yang mungkin kami berikan. Itu berarti kami belum membahas pilihan antara peran tempur dan non-tempur. Diskusi tersebut tidak memajukan proses peninjauan,” tambahnya.
Sumber: Anadolu
Pewarta : Kuntum Khaira Riswan
Editor:
Andriy Karantiti
COPYRIGHT © ANTARA 2026