Koba, Babel, (ANTARA) - Tingkat konsumsi ikan masyarakat Kabupaten Bangka Tengah, Kepulauan Bangka Belitung pada 2025 tercatat mencapai 62,09 kilogram/kapita/tahun dan terus ditingkatkan melalui edukasi serta pemerataan akses terhadap ikan segar maupun produk olahan.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Bangka Tengah Imam Soehadi di Koba, Jumat, mengatakan peningkatan konsumsi ikan menjadi salah satu fokus pemerintah daerah karena ikan merupakan sumber protein berkualitas yang berperan penting dalam mendukung kesehatan, pertumbuhan, dan kecerdasan masyarakat.
Tahun 2025 tingkat konsumsi ikan masyarakat Bangka Tengah mencapai 62,09 kilogram per kapita per tahun.
"Angka ini perlu terus kita tingkatkan melalui edukasi dan kemudahan akses masyarakat terhadap ikan segar maupun produk olahan ikan," katanya.
Ia mengatakan hasil kajian Dinas Perikanan bersama Universitas Bangka Belitung menunjukan masih terdapat tiga kecamatan dengan tingkat konsumsi ikan yang relatif rendah, yakni Simpang Katis, Namang dan Sungaiselan.
Menurut dia, kondisi tersebut menjadi perhatian karena Bangka Tengah merupakan daerah yang didominasi wilayah pesisir.
"Rendahnya konsumsi ikan dipengaruhi perubahan pola konsumsi masyarakat, keterbatasan pasokan saat musim angin, daya beli, serta distribusi ikan ke wilayah pedalaman," ujarnya.
Imam mengatakan pemerintah daerah mendukung pelaksanaan safari Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) sebagai salah satu upaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya mengonsumsi ikan.
Safari Gemarikan digelar di Pondok Pesantren Raudlatul Muta'allimin Al-Baisuny, Desa Jelutung, Kecamatan Namang, dan diikuti puluhan peserta yang terdiri atas ibu hamil, ibu balita, serta lanjut usia.
Dinas Perikanan Bangka Tengah siap memfasilitasi masyarakat maupun pondok pesantren yang ingin mengembangkan usaha budidaya dan pengolahan ikan melalui pembentukan kelompok budidaya ikan maupun kelompok pengolahan hasil perikanan.
"Kalau nanti di pondok pesantren ini akan dibangun unit usaha budidaya maupun pengolahan ikan, kami siap memfasilitasi melalui program pembentukan kelompok budidaya maupun kelompok pengolahan hasil perikanan," katanya.
Pewarta: Ahmadi
Editor : Feny Aprianti
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.