Saeful Anwar
| 22 Juli 2026, 14:13 WIB

Kompol Charles Bagaisar, Kanit 4 Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, berhasil menyelesaikan pendidikan FBI National Academy Session 298 di Quantico, Virginia, Amerika Serikat.
AKURAT.CO Personel Polri kembali menorehkan prestasi di tingkat internasional. Kompol Charles Bagaisar, Kanit 4 Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, berhasil menyelesaikan pendidikan FBI National Academy Session 298 di Quantico, Virginia, Amerika Serikat.
Upacara kelulusan digelar pada 18 Juni 2026 di FBI Training Academy dan dipimpin langsung Direktur FBI, Kash Patel.
Kelulusan tersebut menandai bergabungnya para peserta ke dalam jaringan alumni FBI National Academy Associates (FBINAA).
Kompol Charles merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 2013. Perwira kelahiran Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT), itu menjadi satu-satunya wakil Indonesia dalam angkatan tersebut.
Keberhasilannya menunjukkan personel Polri mampu bersaing dan mengikuti pendidikan kepemimpinan penegakan hukum berstandar internasional.
FBI National Academy merupakan salah satu program pengembangan kepemimpinan paling bergengsi bagi aparat penegak hukum dunia yang diselenggarakan Federal Bureau of Investigation (FBI) sejak 1935.
Seleksi peserta dilakukan secara ketat. Setiap calon harus memiliki rekam jejak yang baik, integritas tinggi, pengalaman kepemimpinan, serta memenuhi standar kesehatan dan kebugaran jasmani.
Pada Session 298, pendidikan diikuti 255 aparat penegak hukum. Sebanyak 226 peserta berasal dari 46 negara bagian Amerika Serikat, lima organisasi militer, dan empat lembaga sipil federal.
Sementara itu, 29 peserta internasional berasal dari 26 negara, termasuk Indonesia yang diwakili Kompol Charles Bagaisar.
Selama lebih dari tiga bulan, peserta mengikuti berbagai materi kepemimpinan, strategi penegakan hukum modern, diskusi bersama pimpinan lembaga penegak hukum dunia, studi kasus, hingga simulasi penanganan berbagai persoalan kepolisian.
Baca Juga: Sebut Kenangan Rumah Cilandak Bukan Aib, Pihak Sarwendah Peringatkan Dampak Psikologis Anak