Komisi VI DPR RI siap mendukung Danantara Development Management Fund

2026/08/14

Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade mengungkapkan Komisi VI siap mendukung Danantara Development Management Fund (DDMF) yang diperkenalkan oleh Presiden RI Prabowo Subianto.

Dirinya mengatakan DDMF ini sebagaimana disampaikan oleh Presiden RI adalah untuk membiayai proyek-proyek jangka panjang yang masih sulit dibiayai secara komersial.

"Saya rasa itu tidak ada masalah dan kami di komisi VI akan mendukung langkah itu karena tujuannya baik, tentu kita akan mendukung dan kami akan melihat serta akan mendengarkan keterangan resmi Danantara perkembangan seperti apa," ujar Andre di Jakarta, Jumat.

Menurut dia, paparan yang disampaikan oleh Presiden RI soal DDMF memberikan persepsi positif.

"Tapi secara prinsip paparan yang disampaikan Presiden soal DDMF itu memberikan persepsi positif bagaimana pemerintah menyiapkan anggaran lain untuk bisa membiayai investasi jangka panjang yang tidak bisa dibiayai oleh investasi komersial," katanya.

Baca juga: Prabowo: DDMF biayai proyek strategis jangka panjang

Baca juga: Airlangga: RKAT Danantara direvisi menyesuaikan DSI dan DDMF

Presiden Prabowo Subianto memperkenalkan Danantara Development Management Fund (DDMF) sebagai instrumen yang disiapkan untuk membiayai proyek-proyek strategis jangka panjang yang penting bagi Indonesia.

Ia mengatakan Danantara merupakan dana kedaulatan Indonesia yang harus menjadi instrumen untuk membangun kapasitas bangsa dalam jangka panjang.

"Danantara adalah dana kedaulatan kita. Danantara harus menjadi instrumen pembangun kapasitas bangsa untuk puluhan tahun mendatang," kata Presiden Prabowo dalam Penyampaian Pengantar/Keterangan Pemerintah atas RUU tentang APBN Tahun Anggaran 2027 beserta Nota Keuangannya di Gedung MPR RI Jakarta, Jumat.

Menurut dia, DDMF berperan menyiapkan, mengembangkan dan membiayai proyek strategis jangka panjang yang belum dapat dibiayai melalui investasi komersial jangka pendek.

Dengan demikian, proyek tersebut juga diharapkan tidak perlu bergantung pada pembiayaan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Presiden Prabowo juga menegaskan dana kedaulatan Indonesia melalui DDMF akan ditanamkan secara disiplin dan profesional untuk mendukung berbagai proyek strategis nasional.

Salah satu contohnya, kata Presiden Prabowo, adalah rencana pengembangan mobil nasional. Pemerintah menargetkan produksi mobil nasional secara massal dapat dimulai pada akhir 2028.

Selain mobil nasional, pemerintah juga telah meluncurkan proyek motor nasional. Prabowo mengatakan ekosistem motor nasional mulai berjalan dengan melibatkan perusahaan swasta dan badan usaha milik negara (BUMN).

Baca juga: Prabowo: S&P nilai positif peran Danantara kelola SDA

Baca juga: Komisi VI DPR RI: Pimpinan Danantara layak mendapatkan penghargaan

Pewarta: Suharsana Aji Sasra J C
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.