Banda Aceh (ANTARA) - Komisi IX DPR RI menyatakan bahwa Sudaryono merupakan figur yang tepat memimpin atau menjadi Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) karena dinilai memiliki pengalaman teknokratis dalam dua tahun terakhir sebagai Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) RI.
"Sudaryono merupakan figur yang tepat, dan punya leadership (kepemimpinan) yang kuat, punya kemampuan teknokratis karena mempunyai pengalaman sebagai Wamentan dua tahun ini," kata Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, M Yahya Zaini, di Banda Aceh, Kamis.
Pernyataan itu disampaikan M Yahya Zaini kepada awak media usai melakukan peninjauan dapur SPPG di kawasan Kebun Raja, Kota Banda Aceh, dalam rangka kunjungan kerja ke provinsi Aceh.
Baca juga: Terbatas dana, tujuh dapur MBG di Banda Aceh berhenti operasi
Seperti diketahui, Presiden Prabowo Subianto melantik Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) di Istana Negara, Jakarta, Rabu sore. Menggantikan Nanik S Deyang yang telah mengundurkan diri dari jabatan Kepala BGN.
Pelantikan Sudaryono ditetapkan dalam Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 78P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kepala BGN yang diteken oleh Presiden Prabowo pada 22 Juli 2026.
Yahya mengatakan, pengganti Nanik S Deyang tersebut merupakan sosok yang mempunyai kemampuan untuk mengelola anggaran yang cukup besar di instansi BGN.
"Karena mengelola anggaran yang besar, supaya dapat dikelola yang tertib, transparan dan akuntabel. Itu lah persyaratan yang harus dilakukan Kepala BGN baru," ujarnya.
Selain itu, Yahya juga meminta Kepala BGN baru dapat melanjutkan kebijakan positif dari pengurus lama, seperti pelaksanaan moratorium dapur SPPG, serta harus mampu meningkatkan tata kelola yang lebih baik lagi kedepannya.
"Lanjutkan kebijakan yang telah dilakukan oleh BGN lama, yaitu moratorium dapur, refocusing penerima manfaat, ketiga efisiensi anggaran, dan meningkatkan tata kelola SPPG supaya lebih baik lagi," demikian M Yahya Zaini.
Baca juga: Kejagung tahan mantan Kepala BGN Dadan Hindayana
Pewarta: Rahmat Fajri
Editor : Febrianto Budi Anggoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.