Kolaborasi Telkomsel dan Pemprov Bali hadirkan ekosistem

2026/08/15

Kolaborasi Telkomsel dan Pemprov Bali hadirkan ekosistem "AI for Education" yang inklusif

Sabtu, 15 Agustus 2026 11:14 WIB

Image Print

Telkomsel bersama Pemprov Bali, Gasing Academy, dan Kuncie, berkolaborasi mendukung penguatan kapabilitas numerasi guru dan siswa dengan menghadirkan Sacred Octagon sebagai platform pembelajaran digital yang didukung teknologi AI (14/8). (ANTARA/HO-Telkomsel)

Telkomsel, Pemerintah Provinsi Bali, Gasing Academy, dan para pemangku kepentingan pendidikan padukan penguatan kompetensi guru, pembelajaran berbasis permainan, dan pemanfaatan teknologi untuk siapkan generasi masa depan.

Kupang, NTT (ANTARA) - Telkomsel bersama Pemerintah Provinsi Bali, Gasing Academy, Kuncie, dan para pemangku kepentingan pendidikan di Bali berkolaborasi mendukung penguatan kapabilitas numerasi guru dan siswa melalui ekosistem pembelajaran digital dengan dukungan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk pendidikan (AI for Education).

Kolaborasi ini merujuk pada pemahaman bahwa setiap anak berhak belajar matematika dengan cara yang mudah dipahami dan membangun kepercayaan diri.

Lebih dari sekadar kemampuan berhitung, numerasi telah menjadi fondasi untuk bernalar, memahami informasi, memecahkan masalah, dan mengambil keputusan sehari-hari.

Kolaborasi digitalisasi di bidang pendidikan ini sejalan Asta Cita keempat Presiden Republik Indonesia, khususnya dalam memperkuat pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM), sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, prestasi olahraga, kesetaraan gender, serta penguatan peran perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas.

Ekosistem kolaborasi dimulai dari peningkatan kompetensi guru melalui Gasing Academy, dengan pendekatan GASING (Gampang, Asyik, Menyenangkan).

Pembelajaran siswa kemudian diperkuat melalui Sacred Octagon, platform berbasis permainan yang didukung dengan teknologi AI untuk membantu anak berlatih matematika secara interaktif dan bertahap.

SkulPintar selanjutnya disiapkan untuk mendukung pembelajaran dan asesmen, sementara hasil pelaksanaan program dirancang agar dapat dipantau berbasis data sebagai bahan evaluasi dan penyempurnaan berkelanjutan.

Telkomsel x Pemprov. Bali Hadirkan Ekosistem AI for Education_2A-2B: Mengusung tema Generasi Cerdas untuk Kejayaan Bali, inisiatif ini sejalan dengan Asta Cita keempat Presiden Republik Indonesia, khususnya dalam memperkuat pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM), sains, teknologi dan pendidikan. (ANTARA/HO-Telkomsel)

Direktur Utama Telkomsel Nugroho mengatakan numerasi lebih dari sekadar kemampuan berhitung, tetapi juga fondasi untuk berpikir, memahami masalah, dan mengambil keputusan.

"Melalui kolaborasi ini, kami ingin memberi lebih banyak anak kesempatan untuk belajar, mencoba, mencoba lagi, hingga percaya bahwa mereka bisa dan berhasil. Dari Bali, mari bersama membangun generasi yang lebih cerdas, percaya diri, dan siap membawa Indonesia menjadi bangsa yang besar,” ujarnya.

Pada momentum tersebut, guru dan siswa menyaksikan serta mencoba pembelajaran Sacred Octagon dan pendekatan GASING. Kegiatan ini menjadi langkah awal untuk memahami kebutuhan di lapangan dan mengukur manfaat program secara bertahap, sehingga pelaksanaannya tetap relevan bagi sekolah, guru, siswa, dan keluarga.

Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan bahwa kolaborasi tersebut sejalan dengan komitmen Pemerintah Provinsi Bali dalam membangun SDM Bali Unggul, karena kemampuan numerasi akan membentuk generasi yang terbiasa berpikir logis, bekerja berbasis data, dan siap beradaptasi dengan perkembangan zaman.

"Kami mengapresiasi inisiatif Telkomsel dan Prof. Yohanes Surya yang menghadirkan program ini di Bali, dan kami siap mendorong kolaborasi yang lebih luas agar manfaatnya dapat dirasakan oleh sekolah dan masyarakat di seluruh wilayah Bali," ujarnya.

Dalam konsep AI for Education, guru tetap menjadi pusat proses pembelajaran. Teknologi sebagai alat bantu agar pendidik dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih sesuai perkembangan kemampuan siswa, bukan untuk menggantikan tuntunan, empati, dan pemahaman guru terhadap setiap anak.

Pencetus Metode GASING Prof. Yohanes Surya Ph.D mengatakan tidak ada anak yang bodoh, yang ada adalah mereka yang belum dapat kesempatan belajar dari guru dan metode yang baik. Melalui GASING, matematika kami hadirkan secara sederhana, bertahap, dan menyenangkan.

"Ketika guru semakin percaya diri mengajar dan anak tidak lagi takut mencoba, di situlah proses belajar mulai membawa perubahan," ujarnya.

Sebelumnya, Telkomsel dan INA AI telah menghadirkan Paket Bundling Telkomsel x Sacred Octagon melalui aplikasi MyTelkomsel dan by.U untuk memperluas akses keluarga Indonesia terhadap pembelajaran numerasi digital. Dalam kolaborasi di Bali, dukungan tersebut diperkuat melalui keterlibatan pemerintah daerah, peningkatan kompetensi pendidik, pembelajaran siswa, dan evaluasi program secara bertahap.

Telkomsel bersama Pemprov Bali, Gasing Academy, dan Kuncie, berkolaborasi mendukung penguatan kapabilitas numerasi guru dan siswa dengan menghadirkan Sacred Octagon sebagai platform pembelajaran digital yang didukung teknologi AI (14/8). (ANTARA/HO-Telkomsel)

Pewarta : Anwar
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.