Kodam Rinambora didorong bentuk siaga dini konflik sosial

2026/10/13

"Selama ini sering kali urusan siaga dini hanya untuk bencana alam, sementara bencana sosial sebetulnya jauh lebih kompleks penanganannya ketimbang bencana alam,"

Mataram (ANTARA) - Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram Suprapto mendorong Kodam XXX/Rinambora membangun sistem siaga dini konflik sosial untuk mendeteksi potensi ketegangan sebelum berkembang menjadi kekerasan di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB).

"Selama ini sering kali urusan siaga dini hanya untuk bencana alam, sementara bencana sosial sebetulnya jauh lebih kompleks penanganannya ketimbang bencana alam," ujar dia di Mataram, Senin.

Suprapto mengatakan sistem siaga dini konflik sosial penting untuk mendeteksi potensi ketegangan sejak awal, sehingga tidak berkembang menjadi konflik kekerasan.

Menurut dia, upaya itu merupakan sebuah langkah preventif dalam menangani konflik sosial yang timbul di tengah masyarakat agar tidak berkembang lebih jauh.

"Urusan keamanan dan perdamaian harus dibuat bukan dalam rangka seperti pemadam kebakaran ketika ada api baru diturunkan alat-alat pemadam, tapi lebih kepada upaya preventif," kata Suprapto.

Komando Daerah Daerah (Kodam) XXX/Rinambora merupakan komando kewilayahan baru TNI Angkatan Darat yang membawahi Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Kodam itu diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto bertepatan dengan peringatan HUT ke-81 TNI pada 5 Oktober 2026.

Sebelum pembentukan Kodam baru tersebut, wilayah Nusa Tenggara Barat berada di bawah Kodam IX/Udayana yang berkedudukan di Bali sejak 27 Mei 1957. 

Pembentukan Kodam XXX/Rinambora yang bermarkas di Kabupaten Lombok menjadi bagian dari penataan organisasi TNI AD agar pelaksanaan pertahanan dan pembinaan teritorial lebih sesuai dengan kebutuhan wilayah masing-masing.

Suprapto menegaskan Kodam Rinambora tidak hanya dapat memperkuat aspek keamanan, tetapi juga berkontribusi dalam membangun perdamaian atau building di tengah keberagaman masyarakat Nusa Tenggara Barat.

Dekan Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama (FUSA) UIN Mataram itu menilai nama Rinambora menarik lantaran merupakan gabungan nama Gunung Rinjani di Pulau Lombok dan Gunung Tambora di Pulau Sumbawa.

Oleh karena itu, kehadiran Kodam Rinambora diharapkan dapat menjadi momentum untuk memperkuat upaya pencegahan konflik dan membangun harmoni sosial secara berkelanjutan di wilayah Nusa Tenggara Barat.

"Itu nama yang saya kira menarik sebagai bagian dari upaya mengakomodasi berbagai suku, etnis yang tentunya di dalamnya ada budaya segala macam, sehingga semakin memberikan keberterimaan yang luar biasa di kalangan masyarakat," pungkas Suprapto.

Baca juga: Fakultas Syariah UIN Mataram membahas pluralisme hukum Indonesia dan Asia Pasifik

Baca juga: DPRD NTB bagikan motivasi ke mahasiswa PKL di Antara NTB

Baca juga: Enam mahasiswa UIN Mataram mulai PKL di ANTARA Biro NTB

Pewarta : Sugiharto Purnama
Editor: Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026