KM Nurul Salsa tenggelam, 46 selamat dan 23 masih hilang
Jumat, 17 Juli 2026 06:14 WIB
Tim SAR Gabungan memantau lokasi pascakecelakaan KM Nurul Salsa yang karam untuk mencari puluhan korban penumpang yang dinyatakan hilang di Perairan Selayar, Sulawesi Selatan, Kamis (16/7/2026). ANTARA/HO-Basarnas Makassar
Jakarta (ANTARA) - Sebanyak 46 orang ditemukan selamat, satu orang meninggal dan 23 penumpang lainnya dilaporkan masih hilang dalam musibah tenggelamnya Kapal Motor (KM) Nurul Salsa di perairan sebelah barat Pulau Polassi, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan.
Deputi Operasi Basarnas, Edy Prakoso, mengonfirmasi bahwa kepastian data tersebut diperoleh setelah tim SAR gabungan melakukan operasi penyelamatan cepat menyusul kecelakaan kapal yang dipicu oleh mati mesin pada Rabu (15/7).
Berdasarkan data terbaru yang dihimpun Kantor SAR Makassar, jumlah keseluruhan penumpang dan awak kapal ternyata mencapai 70 orang, melonjak dari laporan awal yang hanya mencatat 50 orang.
Akibat adanya selisih dari perubahan manifes tersebut, tim SAR gabungan kini mengerahkan operasi berskala besar untuk memfokuskan pencarian terhadap 23 orang yang hingga kini belum ditemukan di sekitar perairan laut Selayar.
"Pencarian masih berlangsung dengan fokus di sekitar lokasi kejadian dan area yang telah ditentukan berdasarkan perhitungan Search and Rescue Planning atau Sarmap," kata Edy di Jakarta, Kamis (16/7).
Operasi kemanusiaan ini melibatkan unsur terintegrasi, mulai dari Tim Rescue Basarnas Makassar, TNI AL yang mengerahkan KRI Marlin 877, BPBD Selayar, Syahbandar, Polairud, hingga puluhan kapal nelayan lokal.
Kronologi Karamnya Kapal
Musibah ini bermula ketika KM Nurul Salsa bertolak dari Pulau Jampea menuju Pelabuhan Benteng Selayar pada Rabu pagi sekitar pukul 05.00 WITA dengan mengangkut puluhan penumpang.
Namun, di tengah pelayaran kapal mengalami mati mesin di posisi perairan barat Pulau Polassi, atau berjarak sekitar 43 nautical mile dari Pelabuhan Benteng Selayar. Akibat gangguan teknis tersebut, kapal terombang-ambing di lautan hingga akhirnya tenggelam.
Dalam fase penyelamatan awal, sebanyak 41 orang berhasil dievakuasi oleh KM Harapan Kita pada Kamis (16/7) subuh di lokasi sekitar 18 nautical mile dari titik kejadian. Sementara itu, lima korban selamat lainnya berhasil dievakuasi oleh kapal nelayan setempat menuju Pulau Polassi.
Sebelumnya, Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) VI melalui prajurit yang bertugas di Kapal Perang (KRI) Marlin-877 melakukan operasi pencarian, pertolongan, evakuasi (SAR) terhadap kapal penumpang KLM Nurul Salsa 01 yang tenggelam di Laut Flores, berbatasan dengan perairan Kepulauan Selayar, Sulsel.
Komandan Kodaeral VI Laksamana Muda TNI Andi Abdul Aziz di Makassar, Kamis, mengatakan, proses pencarian dan evakuasi korban dilakukan dengan menyusuri perairan menggunakan KRI Marlin-877.
"Setelah kami dapat informasi tentang kapal penumpang KLM Nurul Salsa 01 di Laut Flores, sebelah selatan Pulau Polassi, Kabupaten Kepulauan Selayar, prajurit langsung dikerahkan melakukan penyisiran dari dermaga Mako Kodaeral VI ini," ujarnya.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Basarnas pastikan 46 penumpang kapal tenggelam di Sulsel selamat
Pewarta : M. Riezko Bima Elko Prasetyo
Editor:
Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.