KJRI San Francisco dorong Asia Tenggara jadi kekuatan strategis global

2026/10/14

Jakarta (ANTARA) - KJRI San Francisco mendorong perubahan perspektif terhadap Asia Tenggara agar kawasan tersebut tidak lagi dipandang sekadar sebagai pasar konsumen dan basis manufaktur, tetapi sebagai kekuatan strategis dalam perekonomian global.

Konsul Jenderal RI San Francisco Yohpy Ichsan Wardana, seperti dikutip pernyataan pers KJRI, Rabu, mengatakan kawasan Asia Tenggara berpotensi besar yang perlu mendapat tempat lebih kuat dalam tatanan global.

“Sudah saatnya perspektif dan potensi Asia Tenggara mendapat tempat yang lebih besar dalam tatanan global,” kata Yohpy dalam forum “Asia Tenggara di Panggung Dunia: Peluang di Kawasan yang Dinamis”, kata Yohpy.

Menurut dia, San Francisco Bay Area sebagai salah satu pusat teknologi, investasi, dan inovasi dunia menjadi tempat strategis untuk memperkenalkan potensi Indonesia sekaligus membuka peluang kolaborasi di bidang ekonomi, pendidikan, dan teknologi.

Untuk mengupas berbagai peluang sekaligus tantangan dalam memperkuat posisi Asia Tenggara di tengah perubahan lanskap ekonomi, teknologi, dan geopolitik dunia itu, KJRI San Francisco bersama Bay Area Council dan Bay Area Council Economic Institute menggelar forum diskusi dengan menghadirkan mantan Menteri Perdagangan Gita Wirjawan sebagai pembicara.

Dalam diskusi tersebut, Gita menyoroti perlunya melihat Asia Tenggara secara lebih luas, tidak hanya berdasarkan besarnya populasi sebagai pasar atau perannya sebagai basis produksi global seperti isi dalam buku terbarunya What It Takes: Asia Tenggara, Dari Tepi Menuju Inti Kesadaran Global.

Ia menilai daya saing kawasan ke depan akan semakin ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia, penguasaan sains dan teknologi, kemampuan menghasilkan pengetahuan, serta kapasitas inovasi.

Gita juga membahas pentingnya peran talenta dan diaspora Indonesia melalui konsep brain gain, brain train, brain circulation, dan brain linkage untuk memperkuat hubungan antara Indonesia dengan pusat-pusat inovasi global.

Forum itu turut membahas perkembangan teknologi dan kecerdasan artifisial, hubungan teknologi dan energi, investasi, serta peluang pemanfaatan teknologi untuk pendidikan.

KJRI San Francisco memandang forum tersebut sebagai bagian dari diplomasi publik untuk memperluas jejaring Indonesia dengan komunitas bisnis, perguruan tinggi, lembaga riset, dan sektor teknologi di kawasan San Francisco Bay Area.

Melalui forum ini, KJRI San Francisco membawa perspektif Indonesia dan Asia Tenggara ke salah satu pusat inovasi dunia, sekaligus menegaskan pentingnya kolaborasi internasional dalam membangun kawasan yang tidak hanya menjadi pasar teknologi, tetapi juga turut menciptakan inovasi dan membentuk masa depan global

Baca juga: Wagub Emil sebut pusat ekonomi Asia Tenggara ada di Jawa Timur

Baca juga: Singapura dukung Indonesia jadikan Asia Tenggara pusat ekonomi dunia

Pewarta: Yoanita Hastryka Djohan
Editor: Rahmad Nasution
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.