KJRI Kuching sambangi WNI untuk layani imigrasi-konsuler di Sarawak

2026/08/24

Melaka, Malaysia (ANTARA) - Konsulat Jenderal Republik Indonesia Kuching melakukan jemput bola layanan keimigrasian dan kekonsuleran bagi warga negara Indonesia, melalui program Reach Out Layanan Keimigrasian dan Kekonsuleran di kawasan perkebunan sawit di Mukah, Sarawak, Malaysia.

KJRI Kuching dalam keterangan kepada ANTARA di Melaka, Malaysia, Senin, menyampaikan layanan yang diselenggarakan pada Minggu (23/8) tersebut merupakan komitmen untuk memberikan pelindungan dan pelayanan bagi WNI.

Kegiatan tersebut diikuti oleh 225 pekerja migran Indonesia (PMI) yang memanfaatkan berbagai layanan keimigrasian dan kekonsuleran yang disediakan KJRI Kuching.

Pelaksanaan layanan secara langsung di lokasi kerja merupakan bagian dari strategi jemput bola KJRI Kuching untuk mendekatkan pelayanan negara kepada WNI.

Melalui program Reach Out, KJRI Kuching berupaya memastikan para PMI dapat memperoleh layanan dan dokumen resmi kenegaraan dengan lebih mudah, tanpa harus meninggalkan lokasi kerja dalam waktu yang lama maupun menempuh perjalanan jauh menuju Kuching.

Konjen RI Kuching Abdullah Zulkifli menyampaikan bahwa kehadiran negara di tengah masyarakat Indonesia merupakan bagian penting dari upaya memberikan pelayanan yang mudah, cepat, dan responsif.

“Kami ingin memastikan bahwa negara hadir dan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat Indonesia, termasuk saudara-saudara kita yang bekerja di kawasan perkebunan yang jauh dari pusat kota. Pelayanan jemput bola seperti ini merupakan bagian dari komitmen KJRI Kuching untuk terus mendekatkan layanan kepada WNI sekaligus memperkuat perlindungan bagi PMI di Sarawak,” ujar Konjen RI Kuching.

Selain memberikan layanan keimigrasian dan kekonsuleran, kegiatan Reach Out menjadi momentum bagi KJRI Kuching untuk memperkuat semangat kebangsaan dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Dalam arahannya kepada para PMI, Konjen RI Kuching mengatakan bahwa setiap WNI di luar negeri turut membawa nama Indonesia. Para PMI tidak hanya berperan sebagai pekerja, tetapi juga menjadi bagian dari wajah Indonesia yang berinteraksi langsung dengan masyarakat setempat.

“Di mana pun berada, kita tetap membawa nama Indonesia. Karena itu, saya mengajak seluruh PMI untuk terus bekerja dengan baik, menjaga nama baik Indonesia, serta menjadi bagian dari masyarakat yang turut membangun hubungan yang baik antara Indonesia dan Sarawak,” ujarnya.

KJRI Kuching juga mengingatkan para pekerja untuk senantiasa memiliki kesadaran hukum dan menjaga ketahanan sosial selama bekerja di Sarawak.

Dengan karakteristik wilayah Sarawak yang luas dan sebagian WNI bekerja di kawasan perkebunan yang jauh dari pusat pemerintahan, pendekatan pelayanan langsung menjadi salah satu langkah strategis untuk memastikan tidak ada WNI yang kesulitan memperoleh akses terhadap layanan perwakilan.

Kegiatan itu juga menjadi kesempatan untuk mendengar secara langsung kebutuhan dan aspirasi para PMI serta memberikan edukasi mengenai hak, kewajiban, dan mekanisme perlindungan yang tersedia.

Melalui pendekatan jemput bola, KJRI Kuching menjelaskan bahwa pelayanan dan pelindungan WNI bukan sekadar fungsi administratif, tetapi merupakan bentuk nyata kehadiran negara yang melayani, melindungi, dan mengayomi WNI di seluruh penjuru Sarawak.

KJRI Kuching menyatakan terus memperkuat sinergi dengan berbagai pihak dan menghadirkan layanan yang semakin mudah diakses, responsif, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat Indonesia di Sarawak.

Baca juga: KJRI Penang imbau WNI tingkatkan kewaspadaan usai serangan di Thailand

Pewarta: Rangga Pandu Asmara Jingga
Editor: Bayu Prasetyo
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.