Liputan6.com, Jakarta - Perjalanan hidup Kjell Inge Rokke menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan fisik dan latar belakang sederhana bukanlah penghalang untuk mencapai puncak kesuksesan finansial. Pria kelahiran Molde, Norwegia, tahun 1958 ini berhasil bertransformasi dari seorang pemuda penderita disleksia dan pekerja kapal pukat kasar menjadi investor serta tokoh bisnis paling berpengaruh di industri maritim dunia.
Dikutip dari The Norwegian American, Rabu (16/9/2026), Rokke mengawali masa mudanya tanpa bekal pendidikan formal tinggi akibat perjuangannya melawan disleksia. Seorang guru bahkan pernah melaporkan bahwa Rokke remaja tak pernah mempedulikan apa pun di sekitarnya hingga akhirnya memutuskan keluar dari sekolah. Tanpa bekal akademis, ia memilih menyeberangi Samudra Atlantik pada 1979 untuk mengadu nasib di Amerika Serikat.
Di Seattle, Rokke mengawali langkahnya dengan bekerja sebagai pemancing ikan dan kepiting. Berbekal tabungan hasil kerja kerasnya, ia nekat membeli kapal pukat penangkap ikan sepanjang 69 kaki. Ia meyakini bahwa keterbatasan akademisnya justru mengasah intuisi dan pemahaman praktis yang tajam mengenai operasional industri kelautan sesungguhnya.
Ketajaman intuisi itu terbukti saat ia perlahan membangun bisnis penangkapan ikan skala global sebelum akhirnya kembali ke Norwegia. Keuntungan yang didapat lantas ia investasikan untuk membeli kapal-kapal tua dan beragam aset lainnya. Rokke memodifikasi kapal-kapal tersebut menjadi pabrik pengolahan serta pusat distribusi—fondasi utama tempat ia membangun pundi-pundi kekayaannya.
Keberanian Rokke mengambil risiko bisnis terus berlanjut lewat ekspansi besar-besaran dan akuisisi berbagai aset strategis di sektor industri. Saat ini, total kekayaan bersih (net worth) Kjell Inge Rokke diperkirakan mencapai sekitar US$ 4,3 miliar atau setara Rp 76 triliun (kurs Rp 17.686 per US$), menjadikannya salah satu orang terkaya di Norwegia.