Khofifah minta SPPG berbenah cegah kasus keracunan - ANTARA News Jawa Timur

2026/09/03

Sidoarjo, Jawa Timur (ANTARA) - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meminta Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang ada di wilayah setempat untuk melakukan evaluasi dan berbenah, guna mencegah terjadinya peristiwa keracunan yang menimpa ratusan santri di Sidoarjo terulang.

Khofifah meminta SPPG di daerah agar memperhatikan jam pengiriman makanan usai ditemukan perbedaan jam pengiriman yang diduga memicu peristiwa keracunan terhadap 644 santri Pondok Pesantren (Ponpes) Manbau'ul Hikam Sidoarjo usai mengonsumsi makanan dari SPPG Tanggulangin Kali Tengah.

"Ada makanan yang dikirim jam 11.00 lebih, dan dikonsumsi pada jam 12.30-13.00 siang. Ini lah yang kemudian ditemukan ada masalah," kata Khofifah usai mengunjungi pasien korban keracunan yang masih dirawat di Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Hajar Sidoarjo, Kamis.

Khofifah menjelaskan, selain melayani Ponpes Manba'ul Hikam, SPPG tersebut juga melayani 18 lembaga pendidikan lain di wilayah setempat.

Ia menjelaskan bahwa pada hari kejadian, makanan dari SPPG telah selesai dimasak pada pukul 05.00 WIB dan kemudian sebagian diantar pukul 07.00 WIB. Pada pukul 10.00 WIB, makanan itu sudah bisa dimanfaatkan oleh penerima, dan tidak berdampak bagi 18 lembaga pendidikan lain di wilayah setempat.

Dirinya menuturkan bahwa temuan tersebut juga telah dilaporkan kepada kepada Badan Gizi Nasional (BGN) agar dapat menjadi bahan evaluasi bagi pihak-pihak terkait sehingga kejadian serupa tidak terulang.

Di sisi lain, Khofifah menyatakan bahwa hingga kini, tersisa 27 orang santri Ponpes Manba'ul Hikam yang masih dirawat di RSI Siti Hajar, yang mana 24 di antaranya dapat kembali ke rumah masing-masing usai mendapatkan perawatan medis.

"Tiga orang lagi menunggu observasi, dan mudah-mudahan juga bisa pulang hari ini. Semua yang dirawat di RSUD Notopuro Sidoarjo juga sudah kembali ke kediaman masing-masing," kata Khofifah.

Sebagai informasi, dari data yang diperoleh ANTARA, sebanyak 644 santri Ponpes Manba'ul Hikam mengalami dugaan keracunan makanan setelah mengonsumsi makanan dari SPPG Tanggulangin Kali Tengah pada Selasa  (1/9).

Sementara pada hari Rabu (2/9), Badan gizi Nasional (BGN) telah menerbitkan surat penghentian sementara (suspend) kategori berat terhadap operasional SPPG terkait.

Pewarta: Fahmi Alfian
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.