Khofifah ajak masyarakat perkuat akhlak dan kerukunan pada Maulid Nabi - ANTARA News Jawa Timur

2026/08/25

Surabaya (ANTARA) - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak masyarakat memperkuat akhlak dan kerukunan dengan meneladani Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari pada momentum Maulid Nabi.

“Di era digital, akhlak harus berjalan beriringan dengan teknologi. Kalau dulu persoalan banyak muncul karena lisan, sekarang banyak persoalan bisa muncul karena jari-jari kita,” ujar Gubernur Khofifah di Surabaya, Selasa.

Khofifah mengatakan kemajuan teknologi harus diiringi penguatan akhlakul karimah sebagaimana yang diteladankan Nabi Muhammad SAW.

Kemudahan menyampaikan informasi melalui telepon genggam dan media sosial, menurut dia, perlu disertai tanggung jawab moral.

Dengan demikian, teknologi dapat menjadi sarana menebar kebaikan, bukan sumber perpecahan. Masyarakat juga perlu menerapkan prinsip saring sebelum sharing saat menerima maupun menyebarkan informasi di ruang digital.

“Jangan sampai teknologi yang seharusnya memudahkan kehidupan justru menjadi sarana menyebarkan fitnah, ujaran kebencian, hoaks, atau sesuatu yang bisa menyakiti orang lain,” katanya.

Menurut Khofifah, keteladanan Nabi Muhammad SAW tetap relevan untuk menjawab berbagai tantangan di era digital.

Rasulullah memberikan contoh tentang kejujuran, amanah, kesabaran, kecerdasan, kepedulian, serta kemampuan menjaga hubungan baik dengan sesama.

Karena itu, gubernur perempuan pertama di Jawa Timur tersebut mengajak masyarakat menggunakan media sosial secara bijak dengan memeriksa kebenaran dan manfaat setiap informasi sebelum meneruskannya kepada orang lain.

Khofifah juga mengajak generasi muda meneladani Rasulullah SAW dalam membangun kemandirian dan kewirausahaan.

Nabi Muhammad SAW, menurut dia, telah memberikan contoh pentingnya bekerja, berdagang secara jujur, membangun kepercayaan, dan menjaga integritas dalam aktivitas ekonomi.

Dalam aspek kepemimpinan, Khofifah mengatakan Rasulullah SAW memberikan teladan bahwa seorang pemimpin harus mengemban amanah, mewujudkan kepedulian, dan mengutamakan kemaslahatan.

Kepemimpinan, kata dia, tidak hanya berbicara mengenai kekuasaan, tetapi juga kemampuan merangkul dan menyatukan masyarakat.
Nilai tersebut semakin penting di tengah derasnya arus informasi dan perbedaan pandangan di ruang digital.

Perbedaan pilihan, pendapat, maupun latar belakang tidak boleh berubah menjadi permusuhan.

Khofifah mengajak masyarakat Jawa Timur menjaga tradisi tepo seliro, gotong royong, toleransi, dan saling menghormati. Menurutnya, ajaran Nabi Muhammad SAW tentang kedamaian dan penghormatan terhadap perbedaan sangat relevan dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika.

“Kerukunan bukan berarti kita harus selalu memiliki pendapat yang sama. Kerukunan adalah ketika kita mampu berbeda tanpa saling membenci, saling menghormati dan saling menjaga,” ujarnya.

Khofifah berharap peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Momentum tersebut harus menjadi gerakan untuk memperbaiki akhlak, memperkuat kepemimpinan, membangun kemandirian ekonomi, sekaligus menjaga persaudaraan di tengah perubahan zaman.

“Mari kita jadikan teknologi sebagai jalan untuk fastabiqul khairat, berlomba-lomba dalam kebaikan. Mari kita teladani Rasulullah, menjaga akhlak di dunia nyata maupun dunia digital, membangun kemandirian, memperkuat persaudaraan dan merawat kerukunan,” katanya.

Pewarta: Willi Irawan
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.