Jakarta (ANTARA) - Ketua Umum Pimpinan Pusat Perempuan Indonesia Raya (PIRA) Novita Wijayanti mengatakan sejumlah infrastruktur sumber daya air seperti embung hingga irigasi telah dibangun untuk masyarakat dalam mengantisipasi kekeringan.
Anggota Komisi V DPR RI Fraksi Partai Gerindra itu mengatakan berbagai program pembangunan infrastruktur sumber daya air terus didorong sebagai upaya mengantisipasi dampak kekeringan di sejumlah daerah selama musim kemarau.
"Kami sudah banyak sekali program yang memang untuk mendukung bagaimana menangani kekeringan," kata Novita di sela kegiatan bakti sosial Perempuan Indonesia Raya (PIRA) di Jakarta, Kamis.
Novita mengatakan sejumlah infrastruktur sumber daya air seperti embung, jaringan irigasi, sumur bor, dan Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) telah dibangun untuk membantu masyarakat.
Menurut dia, pembangunan embung bertujuan menampung air di wilayah yang rawan kekeringan sehingga dapat dimanfaatkan masyarakat ketika memasuki musim kemarau.
Selain itu, kata dia, pembangunan sumur bor juga dilakukan di sejumlah daerah yang mengalami keterbatasan akses air bersih.
"Kalau tempat-tempat daerah yang kering, kalau ada air bisa tertampung di situ. Bahkan kita juga membuat banyak sumur bor di daerah-daerah kekeringan. Pamsimas juga menampung air untuk bisa disalurkan ke masyarakat," ujarnya.
Novita mengakui penanganan kekeringan di Indonesia memerlukan upaya bertahap mengingat luasnya wilayah dan beragamnya karakteristik setiap daerah.
Meski demikian, ia mengatakan Komisi V DPR RI terus berupaya mendorong berbagai solusi melalui pembangunan infrastruktur pendukung sumber daya air.
Ia mencontohkan sejumlah program tersebut telah dilaksanakan di daerah pemilihannya di Kabupaten Banyumas dan Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, termasuk di kawasan Baturraden.
Novita menyebut pembangunan saluran irigasi dan infrastruktur air juga dilakukan di berbagai daerah pemilihan anggota DPR RI lainnya untuk mendukung kebutuhan masyarakat sekaligus menjaga ketersediaan air bagi sektor pertanian selama musim kemarau.
"Walaupun memang untuk menangani Indonesia yang sangat luas ini tidak serta-merta seperti membalikkan telapak tangan. Kita berusaha semaksimal mungkin untuk bisa mencari solusi-solusi dari permasalahan yang ada," katanya.
Baca juga: BNPB: 4.000 liter air bersih dikirim atasi kekeringan di Bandung Barat
Baca juga: PIRA salurkan 1.450 paket sembako kepada warga di Jakarta Timur
Baca juga: Muzani minta PIRA Gerindra sukseskan program MBG Presiden Prabowo
Pewarta: Adimas Raditya Fahky P
Editor: Mentari Dwi Gayati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.