Komaruddin menegaskan, Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, dan negara ASEAN lainnya menghadapi tantangan serupa dalam melindungi karya jurnalistik dari eksploitasi ekonomi di ekosistem digital.
Karena itu, ia mendorong terbangunnya kesamaan pemahaman dan perspektif kebijakan di antara negara-negara ASEAN agar perlindungan hak cipta jurnalistik dapat diperjuangkan secara lebih efektif.
"Big Tech dan pengembang AI beroperasi lintas negara. Maka, respons kita pun harus bersifat regional," katanya.
Menurut Komaruddin, kolaborasi ASEAN diperlukan tidak hanya untuk memperkuat posisi industri pers dalam berhadapan dengan platform teknologi global, tetapi juga untuk memastikan nilai ekonomi yang dihasilkan dari karya jurnalistik dapat dinikmati secara proporsional oleh pihak-pihak yang berhak.
Komaruddin juga memandang, forum ini memiliki relevansi strategis bagi Indonesia yang tengah mendiskusikan pembaruan regulasi hak cipta.
Dalam konteks ini, isu perlindungan karya jurnalistik, mekanisme remunerasi, serta pengaturan hak terkait menjadi bagian penting yang perlu dipertimbangkan dalam proses pembentukan kebijakan nasional.
Penguatan kerangka hukum diharapkan dapat menciptakan keseimbangan antara kepentingan inovasi teknologi, perkembangan ekonomi digital, dan perlindungan hak ekonomi serta moral atas karya jurnalistik.
Di sisi lain, pengaturan tersebut juga perlu memastikan bahwa fungsi pers sebagai penyedia informasi yang akurat, berkualitas, dan independen tetap terlindungi.
Mengakhiri sambutannya, Komaruddin mengajak seluruh peserta forum untuk menghasilkan langkah konkret, memperkuat advokasi kebijakan, serta membangun kesamaan sikap dalam menghadapi disrupsi teknologi digital.
Ia berharap ASEAN Journalistic Forum 2026 tidak berhenti pada pertukaran gagasan, tetapi mampu menghasilkan peta jalan bersama bagi perlindungan karya jurnalistik di kawasan Asia Tenggara.
"Kita harus memastikan bahwa jurnalisme tetap hidup, tetap independen, dan tetap dihargai secara adil demi keberlangsungan demokrasi di kawasan Asia Tenggara," katanya.