Jakarta -
Produk daging wagyu A5 halal kini bisa dinikmati di Indonesia. Dalam acara peluncurannya, daging berkualitas ini tidak hanya diolah menjadi steak tetapi juga kuliner Nusantara.
Wagyu Jepang dikenal sebagai jenis daging sapi premium karena kualitasnya yang tidak sembarangan. Daging ini punya sistem penilaian yang dibedakan dari sebaran lemaknya atau disebut marbling. Semakin tinggi marbling, maka semakin baik pula kualitas dagingnya.
A5 menjadi predikat tertinggi dalam penentuan kualitas daging. Artinya, daging ini memiliki kualitas terbaik dari segi proporsi, tekstur, marbling atau jaringan yang sempurna, sampai rasanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berbicara tentang daging wagyu A5 mungkin makanan ini sering kali dihidangkan dalam bentuk steak atau masakan Jepang.
Namun, seiring berkembangnya fine dining di Indonesia, para chef, pelaku hospitality, dan penikmat kuliner premium mulai memandang wagyu dengan perspektif lebih luas.
Wagyu A5 dari Arita Farm Miyazaki kini bisa dinikmati di Indonesia. Foto: Detikcom / Atiqa Rana
Perubahan cara pandang ini yang menjadi benang merah dalam jamuan makan siang eksklusif yang diselenggarakan oleh Arita Wagyu Farm dari Miyazaki, Jepang bersama Alpha Agro Indonesia, di Tugu Kunstrkring Paleis, Jakarta pada Kamis (7/8).
Dengan latar belakang bangunan cagar budaya yang dikenal sebagai destinasi gastronomi di Indonesia, ruangan ini menjadi tempat bertemunya tradisi Jepang dan warisan budaya indonesia melalui pengalaman bersantap unik.
Dalam jamuan ini, produk wagyu A5 asal Miyazaki dipadukan dengan beberapa bahan lokal Indonesia. Menciptakan hidangan yang tak kalah menarik dan nikmat.
Daging wagyu berasal dari peternakan Arita Wagyu yang telah mengelola sekitar 7.500 ekor sapi Japanese Black melalui sistem terintegrasi.
Hidangan wagyu A5 dikreasikan menjadi makanan Indonesia enak. Foto: Detikcom / Atiqa Rana
Perkembangbiakan sapi di peternakan Arita benar-benar diperhatikan, mulai dari pakan yang dibuat sendiri tanpa tambahan bahan kimia, air minum bersumber dari mata air langsung, dan lain sebagainya. Menghasilkan potongan daging yang juga berkualitas dengan keseimbangan rasa, kelembutan, serta karakter daging yang tetap terasa alami.
"Bagi kami, wagyu bukan sekadar mengejar tingkat marbling tertinggi. Kami percaya kualitas sejati lahir dari cara kami merawat setiap sapi dengan penuh perhatian, menjaga kesehatannya, serta menghasilkan daging yang memiliki keseimbangan rasa dan karakter alami," ujar Mr. Yonemasu Arita, CEO of Arita Farm & SE Meat.
Daging dari peternakan keluarga Jepang ini kemudian diolah ke meja para tamu melalui hidangan yang menarik perhatian.
"Hari ini menunya bukan Japanese. Daripada menyajikan makanan Jepang, kami mengangkat makanan indonesia, tepatnya touch (sentuhan) dari NTT. Ada makanan bose jagungnya dari kupang, dicampur dengan wagyu Jepang," ujar Annette Anhar, pendiri Alpha Agro Indonesia.
Dengan bantuan kurasi khusus oleh tim kuliner Tugu Kunstrkring Paleis, tamu diajak menikmati karakter alami Arita Wagyu dengan sentuhan inovasi menarik.
Dimulai dengan canape berupa Nigiri Beef atau semacam sushi yang atasnya diberi irisan daging wagyu. Ada juga watermelon feta cheese yang tak kalah nikmat.
Wagyu A5 potongan striploin juga disajikan di jamuan makan siang ini. Foto: Detikcom / Atiqa Rana
Tamu juga dipersilahkan menikmati testing platter berupa daging bagian zabuton dan chuck eye roll. Menurut Arita, zabuton memang punya tekstur yang sangat lembut meleleh dan biasanya disajikan di atas sushi. Sedangkan bagian chuck eye roll cenderung lebih tebal tetapi lebih meleleh di mulut.
Masuk ke appetizer, tamu disajikan bose jagung yang bahannya diambil langsung dari NTT. Diolah sedemikian rupa menjadi pembuka yang pas. Sedangkan pamelo salad dibuat dari Jeruk Bali yang dipadukan dengan bawang goreng, menciptakan cita rasa segar.
Menu utama pertama adalah Striploin Beef Fingers yang uniknya, daging ini disajikan dengan singkong tumbuk, asparagus, dan hirloom tomatoes. Daging sapi wagyu yang tebal berlemak dan lumer di mulut ini rupanya cocok dimakan bersama singkong tumbuk yang rasanya cenderung gurih sedikit manis.
Beralih ke menu utama kedua yaitu Nasi Goreng Nonya Old Recipe. Nasi goreng disajikan dalam bambu beralaskan daun pisang dengan cita rasa seperti nasi goreng rumahan.
Uniknya, dipadukan dengan Boneless Short Rib yang diolah menjadi sate. Lalu disajikan dengan sambal matah pedas menyegarkan atau opsi lain ada saus kacang yang manis gurih, dengan jejak rasa ketumbar cukup kuat.
Rangkaian jamuan makan siang ini semakin lengkap karena tamu disajikan dessert berupa Matcha Panna Cotta yang rasa manisnya pas dengan jejak pahit matcha khas.
Kolaborasi ini diharapkan bisa memperkenalkan daging sapi wagyu Jepang berkualitas bersamaan dengan kuliner Indonesia.
Selain itu, hal ini juga menunjukkan bahwa gastronomi tidak hanya berbicara tentang kualitas tinggi, tetapi juga mengenal asal-usul, proses, dan cerita di balik terciptanya sebuah bahan pangan berkualitas.
(aqr/adr)