Kepala Pelaksana BPBD Kotim dilarikan ke RS usai padamkan karhutla

2026/08/24

Kepala Pelaksana BPBD Kotim dilarikan ke RS usai padamkan karhutla

Selasa, 25 Agustus 2026 06:20 WIB

Image Print

Wakil Komandan Harian III Posko Karhutla dan Kekeringan Kotim Rihel menjelaskan kondisi Kepala Pelaksana BPBD Kotim yang sempat dilarikan ke rumah sakit karena kelelahan, Senin (24/8/2026). ANTARA/Devita Maulina

Sampit (ANTARA) - Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), mengalami gangguan kesehatan setelah ikut melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Jalan Revolusi, Lingkar Selatan, Minggu (23/8).

“Beliau menghadapi angin dan asap. Mungkin asap itu masuk hidung, informasi dari personel lapangan, beliau sempat dua kali masuk, keluar, kemudian masuk lagi ke lokasi kebakaran,” kata Wakil Komandan Harian III Posko Karhutla dan Kekeringan Kotim Rihel di Sampit, Senin.

Rihel mengaku menerima informasi kondisi tersebut sekitar pukul 20.27 WIB dan langsung mendatangi rumah sakit untuk memastikan kondisi Kepala Pelaksana BPBD Kotim. Yang bersangkutan menjalani pemeriksaan di IGD RSUD dr Murjani Sampit hingga sekitar pukul 21.30 WIB sebelum diperbolehkan kembali ke rumah untuk beristirahat.

Berdasarkan informasi yang ia terima, kondisi tersebut terjadi setelah Kepala Pelaksana BPBD Kotim dua kali masuk ke lokasi pemadaman dan berhadapan langsung dengan asap tebal di Jalan Revolusi, Lingkar Selatan, Sampit.

Yang bersangkutan sebenarnya sempat pulang ke rumah untuk melakukan sesi wawancara dengan salah satu televisi nasional secara daring. Setelah itu, yang bersangkutan mengalami sesak nafas dan meminta stafnya untuk mengantar ke rumah sakit.

“Selain beliau itu sebenarnya ada satu personel yang tumbang duluan, perempuan bernama Rini. Jadi beliau ini yang kedua,” imbunya.

Menurut Rihel, kondisi tersebut tidak terlepas dari padatnya aktivitas Kepala Pelaksana BPBD Kotim dalam penanganan karhutla beberapa hari terakhir.

Bahkan, sehari sebelumnya yang bersangkutan informasinya baru pulang dari Palangka Raya untuk mengikuti kegiatan dan tiba sekitar pukul 01:30 WIB. Lalu, sekitar pukul 04:00 WIB yang bersangkutan mengikuti kegiatan pemadaman di Jalan Metro TV.

Kondisi tersebut kemudian diperparah saat mengikuti pemadaman di Jalan Revolusi. Petugas harus menghadapi asap yang sangat pekat ketika berupaya menjangkau titik api, sehingga risiko gangguan kesehatan semakin besar.

“Jam 04.00 atau 05.00 subuh juga sempat ikut pemadaman di Jalan Metro TV. Lalu lanjut lagi pemadaman di Jalan Revolusi. Itu berlangsung dua malam berturut-turut, sehingga otomatis kurang tidur dan kecapekan,” ujarnya.

Baca juga: DAD Kotim tegaskan jangan jadikan tradisi sebagai alasan membakar lahan

Rihel mengungkapkan berdasarkan informasi terakhir, Kepala Pelaksana BPBD Kotim masih dapat berkomunikasi melalui pesan singkat, namun belum dapat menerima telepon karena masih mengalami kelelahan. Hasil pemeriksaan juga menunjukkan tekanan darah mencapai 180/110 mmHg.

Ia juga menyampaikan, dalam penanganan karhutla, dirinya bersama Kepala Pelaksana BPBD Kotim selama ini berbagi tugas agar pengawasan dan pemadaman dapat dilakukan di sejumlah wilayah secara bersamaan.

Namun, dengan frekuensi kejadian dan luasan karhutla yang dihadapi memang cukup menyulitkan dan membutuhkan tenaga ekstra bagi mereka yang bertugas di lapangan.

“Kalau dia ke Selatan, saya ke Utara. Kalau dia ke Utara, saya ke Selatan. Jadi kami berbagi tugas,” sebutnya.

Ia menyebutkan, hingga saat ini setidaknya lima personel lapangan jatuh sakit karena kelelahan dan menghirup terlalu banyak kabut asap. Dua di antaranya merupakan relawan dan tiga lainnya adalah personel Posko Karhutla dan Kekeringan Kotim, termasuk Kepala Pelaksana BPBD Kotim.

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena petugas lapangan harus bekerja dalam situasi ekstrem, terutama ketika menghadapi panas, asap pekat, jarak lokasi yang jauh, serta kebutuhan menggelar selang pemadam dalam jumlah banyak.

Selain penanganan ketika petugas sudah mengalami gangguan kesehatan, pemeriksaan rutin juga dilakukan untuk mendeteksi kondisi personel sejak dini. Pemeriksaan kesehatan saat ini dijadwalkan satu kali dalam sepekan oleh puskesmas di Posko Karhutla dan BPBD.

“Setiap Jumat sekali sementara ini. Tetapi ada permintaan kalau bisa dua kali seminggu. Nanti kami evaluasi, kalau tenaga puskesmas siap, kami minta dua kali,” ujar Rihel.

Ia membeberkan, hasil pemeriksaan sementara menunjukkan persoalan yang cukup banyak ditemukan pada personel adalah tekanan darah tinggi.

Seluruh personel telah diingatkan agar tidak mengabaikan kondisi kesehatan selama menjalankan tugas. Petugas juga diminta mengonsumsi vitamin yang telah diberikan melalui puskesmas untuk membantu menjaga kondisi tubuh selama intensitas penanganan karhutla meningkat.

“Lebih berhati-hati dalam melaksanakan pemadaman, karena yang utama itu keselamatan. Jaga juga kesehatannya,” demikian Rihel.

Baca juga: Pemkab Kotim evaluasi penerapan BDR, berikut kebijakan terbaru

Baca juga: Fraksi PKB Kotim minta janji pembangunan direalisasikan

Baca juga: DPKP Kotim siapkan GPM lebih masif dengan libatkan produsen lokal

Pewarta : Devita Maulina
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.