Kepala Keamanan OpenAI hengkang di tengah restrukturisasi perusahaan

2026/07/14

Jakarta (ANTARA) - Kepala Sistem Keamanan OpenAI Johannes Heidecke hengkang dari perusahaan seiring dengan restrukturisasi pada tim riset dan keamanan perusahaan pengembang kecerdasan artifisial (AI) tersebut.

Melansir siaran Engadget, Sabtu (11/7) waktu setempat, Johannes menyampaikan kepada karyawannya melalui memo internal bahwa dia akan meninggalkan OpenAI. Berdasarkan profil LinkedIn miliknya, Johannes bergabung dengan OpenAI sejak 2021.

OpenAI menunjuk Saachi Jain sebagai pelaksana tugas Kepala Sistem Keamanan menggantikan Johannes. Saachi sebelumnya pernah memimpin sejumlah tim yang menangani aspek keamanan AI di perusahaan tersebut.

Baca juga: OpenAI resmi luncurkan rangkaian model AI GPT-5.6

Sebagai bagian dari restrukturisasi perusahaan, tim keamanan OpenAI juga nantinya akan berada di bawah koordinasi Mia Glaese yang ditunjuk sebagai Wakil Presiden Riset dan Keamanan.

Chief Research Officer OpenAI Mark Chen mengatakan integrasi antara pekerjaan di bidang keamanan dan pengembangan model AI menjadi hal yang penting bagi perusahaan.

Menurut Chen, pendekatan tersebut memungkinkan tim keamanan memiliki peran langsung sekaligus lebih dini dalam membentuk keputusan terkait pengembangan model, produk, hingga peluncuran teknologi baru.

Perubahan struktur organisasi itu terjadi tidak lama setelah OpenAI meluncurkan model AI terbarunya, GPT-5.6, yang disebut telah memperoleh persetujuan dari pemerintah Amerika Serikat.

Meski terjadi pergantian pada posisi pimpinan sistem keselamatan, OpenAI masih mempertahankan jabatan Kepala Kesiapsiagaan yang bertugas menyiapkan langkah mitigasi terh​​​​adap berbagai risiko serius yang berpotensi muncul dari pengembangan AI. Posisi tersebut diisi oleh pejabat yang direkrut perusahaan pada awal tahun ini.

Baca juga: Apple tuduh OpenAI curi rahasia dagang perusahaan

Baca juga: Ekonom: Kesiapan adopsi AI pada UMKM perlu dukungan pemerintah

Baca juga: Meta nonaktifkan Muse Image di Instagram akibat kontroversial

Baca juga: Wamen Nezar tekankan pentingnya humas dengan standar etik di tengah AI

Penerjemah: Farhan Arda Nugraha
Editor: Natisha Andarningtyas
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.