Kamis, 23 Juli 2026, 20:50 WIB
Warta Ekonomi, Jakarta -
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, menegaskan komitmen lembaganya untuk terus berbenah dengan membuka ruang seluas-luasnya bagi publik untuk memberikan masukan dan kritik. Langkah ini dipandang esensial guna menyempurnakan tata kelola dan akuntabilitas kelembagaan yang baru seumur jagung tersebut.
Kendati demikian, figur nomor satu di BGN ini menggarisbawahi bahwa ada batas tegas antara kritik konstruktif yang membangun sistem dengan sentimen destruktif. Dia secara terang-terangan menolak desakan dari segelintir pihak yang menarasikan penghentian operasional lembaganya.
"Kalau misalnya ada yang atas nama kritik kemudian kritiknya sama dengan misalnya hentikan atau 'bubarkan MBG bubarkan BGN' saya kira itu bukan kritik," ungkap Sudaryono di kantornya, Rabu kemarin, dikutip Kamis (23/7/2026).
Menurutnya, manuver untuk membubarkan BGN maupun menyetop mega-program Makan Bergizi Gratis (MBG) berada jauh di luar kapasitas dan kewenangannya. Fokus utama manajemen BGN saat ini murni dialokasikan pada restrukturisasi manajerial.
Dari kacamata tata kelola birokrasi yang sehat, Sudaryono menjamin bahwa BGN di bawah nahkodanya akan mengeliminasi praktik-praktik arahan sepihak yang tidak memiliki dasar hukum. Ia memastikan seluruh roda operasional dan penyaluran anggaran akan bertumpu pada prosedur operasi standar yang terukur.
''Kalau tadinya mungkin semua sesuai arahan si ini si itu nggak ada. Kita sesuai dengan juklak juknis aturan dan sistem yang kita bangun kita mengarah ke sana," tegas Sudaryono.
Lebih lanjut, ia menyadari bahwa kompleksitas persoalan di tataran internal BGN tidak dapat diurai dan diselesaikan hanya dalam tempo semalam. Oleh karena itu, sinergi pengawasan bersama masyarakat menjadi instrumen krusial.
Baca Juga: Hari Perdana Pimpin BGN, Sudaryono Langsung Beri Teguran ke Internal Gara-gara Ini..
Baca Juga: Program MBG Didesak Berhenti, Kepala BGN: Ini Tender Politik Prabowo!
Secara khusus, BGN mendorong pelibatan aktif warga untuk menjadi garda terdepan pengawasan operasional (whistleblower). Masyarakat diimbau untuk segera melapor kepada BGN apabila mendapati adanya anomali atau penyelewengan di lapangan, seperti masalah standar gizi di unit-unit dapur umum.
"Kita langsung investigasi kita ingin menegakkan yang benar kita tegakkan yang baik juga harus kita jangan sampai satu dua yang salah kemudian dianggap yang lain juga keliru gitu," tegas dia.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Muhammad Farhan Shatry
Editor: Dwi Aditya Putra