Kemlu imbau WNI tingkatkan waspada di tengah eskalasi perang Rusia-Ukraina

2026/09/21

Kemlu imbau WNI tingkatkan waspada di tengah eskalasi perang Rusia-Ukraina

Senin, 21 September 2026 18:05 WIB

Image Print

Petugas pemadam kebakaran berupaya memadamkan api setelah serangan Rusia di Kyiv, Ukraina, pada 8 September 2026. Setidaknya enam orang terluka di Kyiv setelah serangkaian serangan besar dan terkoordinasi yang berlangsung sepanjang malam—melibatkan pesawat nirawak (drone), rudal jelajah, dan rudal balistik Rusia—menyasar berbagai kota serta infrastruktur vital di seluruh Ukraina. ANTARA/Danylo Antoniuk - Anadolu Agency /pri.

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI mengimbau warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Rusia dan Ukraina agar semakin meningkatkan kewaspadaan di tengah eskalasi perang yang terjadi antara kedua negara.

KBRI Kiev dan KBRI Moskow terus memantau perkembangan situasi keamanan wilayah serta kondisi para WNI di kedua negara di tengah meningkatnya frekuensi serangan udara, kata Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI Heni Hamidah.

“KBRI Kiev dan KBRI Moskow mengimbau seluruh WNI di Ukraina dan Rusia untuk meningkatkan kewaspadaan dan menghindari perjalanan yang tidak esensial ke wilayah dengan aktivitas serangan,” ucap Heni merespons pertanyaan ANTARA secara tertulis di Jakarta, Senin.

Perwakilan RI tersebut juga mengingatkan para WNI agar terus memantau informasi dan arahan resmi dari otoritas setempat apabila terjadi serangan.

Kata Heni, pihaknya mencatat serangan Ukraina pada 19—20 September lalu terhadap sejumlah sasaran di Moskow, termasuk kilang minyak, memicu peningkatan serangan balasan Rusia terhadap sejumlah wilayah di Ukraina.

Dalam kondisi darurat, WNI di Ukraina dapat menghubungi KBRI Kiev melalui hotline +380 50 334 7917, sedangkan WNI di Rusia dapat menghubungi KBRI Moskow melalui hotline +7 985 7502410, katanya.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Kemlu imbau WNI terus waspada imbas eskalasi perang Rusia-Ukraina

Pewarta : Nabil Ihsan
Editor: Nadilla
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.