Sabtu, 3 Oktober 2026 - 04:00 WIB
Jakarta, VIVA – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (KemenUMKM) menilai pemulihan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang terdampak bencana tidak cukup hanya dilihat dari jumlah bantuan maupun pelatihan yang diberikan.
Baca Juga
Wakil Menteri UMKM Helvi Moraza mengatakan keberhasilan pemulihan harus terlihat dari kembali berjalannya produksi hingga meningkatnya omzet pelaku usaha.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Hal tersebut disampaikan Helvi saat menemui wirausaha terdampak bencana di Padang, Sumatera Barat, Jumat, 2 Oktober 2026.
Baca Juga
Menurut Helvi, pendampingan bagi UMKM terdampak bencana di Sumatera Barat diarahkan agar pelaku usaha tidak hanya mampu kembali menjalankan bisnisnya, tetapi juga dapat berkembang dan meningkatkan daya saing.
UMKM Harus Kembali Produktif
Baca Juga
Helvi menjelaskan, pelaku UMKM terdampak bencana menghadapi sejumlah persoalan setelah kejadian. Tantangan tersebut tidak hanya berupa kerusakan alat produksi dan kehilangan persediaan.
Pelaku usaha juga harus membangun kembali pelanggan dan pasar yang terdampak, sekaligus menjaga keberlangsungan ekonomi keluarga.
Karena itu, pemerintah memberikan pendampingan yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing usaha.
Pendampingan tersebut mencakup penguatan kapasitas produksi, peningkatan kualitas produk, pemasaran, hingga akses pembiayaan.
“Pemulihan usaha terdampak bencana tidak cukup diukur dari jumlah bantuan atau pelatihan, tetapi harus terlihat dari kembali berjalannya produksi hingga peningkatan omzet pelaku usaha,” kata Helvi.
38 Ribu UMKM Sumbar Terima Bantuan
Helvi mengatakan pemerintah telah memberikan bantuan Presiden kepada sekitar 38 ribu UMKM di Sumatera Barat.
Total alokasi bantuan tersebut mencapai sekitar Rp115 miliar.
Namun, menurut Helvi, bantuan tersebut tidak berhenti sebagai dukungan jangka pendek. Bantuan harus menjadi bagian dari proses pemberdayaan agar pelaku usaha dapat kembali produktif dan memiliki ruang untuk mengembangkan bisnisnya.
Kementerian UMKM juga menggelar program peningkatan kapasitas bagi wirausaha terdampak bencana. Program ini diarahkan untuk membantu pengusaha UMKM memasuki tahap pertumbuhan setelah melalui masa pemulihan.
Secara keseluruhan, program tersebut dirancang menjangkau 1.475 pengusaha UMKM dan wirausaha di tiga regional.
Untuk Regional II, kegiatan dipusatkan di Kota Padang dengan jumlah peserta sebanyak 752 orang.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Ada Klinik UMKM Minang Bangkit
Selain program peningkatan kapasitas, Kementerian UMKM telah mengaktifkan Klinik UMKM Minang Bangkit sejak Januari 2026.
Halaman Selanjutnya
Klinik tersebut memiliki tiga tahapan pendampingan bagi pelaku usaha terdampak bencana, yakni pulih mental, pulih usaha, dan bertumbuh.