Jakarta (ANTARA) - Kementerian Sosial (Kemensos) bersinergi dengan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) untuk menangani para pengungsi korban konflik di Kabupaten Puncak, Provinsi Papua Tengah.
"Sekarang ini kita bersama-sama menyepakati bahwa fokus yang harus secepatnya kita respons adalah para pengungsi yang ada di Kabupaten Puncak," ujar Wamensos Agus Jabo Priyono saat menerima audiensi Komisioner Pemantauan dan Penyelidikan Komnas HAM Saurlin P. Siagian di Kantor Kemensos, Jakarta, Senin.
Agus Jabo menegaskan, keselamatan dan kenyamanan pengungsi yang terdampak konflik menjadi prioritas utama. Oleh karena itu, dibutuhkan sinergi dan kolaborasi antar kementerian/lembaga serta pemerintah daerah, agar penanganan bisa optimal dan menyeluruh.
Terkait pemenuhan kebutuhan dasar para pengungsi, Kemensos telah menyalurkan bantuan kedaruratan kepada kurang lebih 1.000 pengungsi mandiri yang tersebar di sejumlah titik berupa logistik sembako dan sandang seperti beras, minyak goreng, biskuit, mi instan, gula pasir, kopi bubuk, selimut, pakaian dewasa, dan pakaian anak.
"Jadi, untuk kemudian di Kabupaten Puncak, sebetulnya kita juga sudah melakukan respons dengan memberikan bantuan-bantuan kedaruratan di sejumlah titik pengungsi yang sampai sekarang ini kita identifikasi para pengungsi ini pengungsi mandiri, tidak ada di shelter," ujar Agus Jabo.
Selain bantuan logistik untuk korban yang mengungsi pada situasi kedaruratan, Kemensos juga bisa memberikan santunan bagi korban meninggal dunia dan luka berat.
Agus Jabo menjelaskan, bantuan-bantuan tersebut bisa disalurkan berdasarkan data yang diusulkan oleh pemerintah daerah kepada Kemensos.
Sementara itu, Komisioner Pemantauan dan Penyelidikan Komnas HAM Saurlin P. Siagian mengemukakan, berdasarkan data yang telah dihimpun oleh Komnas HAM, terdapat lebih dari 5.000 pengungsi yang terdampak eskalasi kekerasan di Kabupaten Puncak.
"Versi pemerintah provinsi ada 2.239 (jiwa), versi moderat menurut kami memang bisa lebih dari 5.000-an, nah ini dinamis terus tentunya dan berpencar ke berbagai tempat, keluar dari Kabupaten Puncak," katanya.
Saurlin menyampaikan, ribuan pengungsi tersebut membutuhkan bantuan seperti pakaian layak pakai, makanan pokok (sagu, telur, minyak goreng, beras, dll), kebutuhan kesehatan (obat dan pemeriksaan medis), kebutuhan kebersihan, serta hunian sementara.
"Setidaknya ribuan pengungsi ini membutuhkan makanan instan siap saji, dalam kondisi darurat saya kira makanan instan ini penting," tuturnya.
Merespons hal tersebut, Agus Jabo menjelaskan bahwa Kemensos akan memberikan dukungan membantu pengungsi di Kabupaten Puncak. Ia berharap pemerintah daerah bisa melakukan sinergi dalam proses pendataan korban, sehingga bisa segera diusulkan kepada Kemensos.
"Karena ini konflik yang baru saya terjadi di Kabupaten Puncak dan ini butuh sinergi pendataan antar instansi, yang kemudian dari pendataan ini kita meminta supaya ada usulan dari kepala daerah yang ditujukan ke Kemensos," ucap Agus Jabo.
Baca juga: Wamensos cek progres pembangunan SR Probolinggo hingga Polewali Mandar
Baca juga: Kemensos tangguhkan 1,49 juta penerima bansos terindikasi judi online
Pewarta: Lintang Budiyanti Prameswari
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.