Kemenpora Nilai Athlon Sawangan Jadi Contoh Pengembangan Wellness Economy

2026/07/25

Sabtu, 25 Juli 2026 - 14:30 WIB

Depok, VIVA – Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menilai kehadiran Athlon Sawangan di Bojongsari, Kota Depok, bukan hanya menjadi fasilitas pembinaan atlet, tetapi juga contoh nyata pengembangan wellness economy di Indonesia. Konsep tersebut dinilai sejalan dengan visi pemerintah dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Baca Juga

Deputi Bidang Pengembangan Industri Olahraga Kemenpora, Teuku Arlan Perkasa Lukman, mengatakan olahraga kini tidak lagi semata-mata berbicara mengenai prestasi. Menurutnya, olahraga juga menjadi salah satu sektor ekonomi yang mampu mendorong kualitas hidup masyarakat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Dari perspektif Kementerian Pemuda dan Olahraga, ini merupakan bagian dari proyeksi besar menuju Indonesia Emas 2045," kata Teuku Arlan usai menghadiri peresmian Athlon Sawangan, Sabtu, 25 Juli 2026.

Baca Juga

Bakrie Bangun Kawasan Olahraga Bertaraf Internasional, Athlon Sawangan

Photo :

Ia menjelaskan, untuk mencapai target Indonesia Emas 2045, pemerintah memiliki tiga pilar ekonomi yang menjadi fokus pengembangan, yakni green economy, digital economy, dan wellness economy.

Baca Juga

Karena itu, pembangunan kawasan olahraga terpadu seperti Athlon Sawangan dinilai menjadi salah satu bentuk dukungan sektor swasta terhadap pengembangan pilar ketiga tersebut.

"Inisiatif dari kelompok usaha Bakrie melalui Bakrieland ini merupakan bagian dari pengembangan wellness economy," ujarnya.

Menurut Teuku Arlan, fasilitas olahraga yang terintegrasi tidak hanya berfungsi mencetak atlet-atlet berprestasi, tetapi juga mampu mendorong masyarakat menjalani gaya hidup yang lebih sehat.

"Mereka membangun sebuah fasilitas olahraga yang terintegrasi, sehingga bukan hanya mendukung prestasi olahraga sebagai bagian dari national branding, tetapi juga mendorong masyarakat menjadi lebih sehat," katanya.

Ia menilai keberadaan Athlon Sawangan membuka peluang bagi masyarakat umum untuk ikut menikmati ekosistem olahraga, meski tidak memiliki tujuan menjadi atlet profesional.

"Masyarakat yang mungkin sudah tidak memiliki cita-cita menjadi atlet pun tetap bisa menjadi bagian dari ekosistem Athlon Sawangan untuk menjalani gaya hidup sehat," ucapnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Lebih lanjut, Teuku Arlan berharap ekosistem olahraga yang dibangun Bakrieland dapat terus berkembang dan menciptakan industri olahraga yang berkelanjutan.

Menurutnya, kawasan olahraga terpadu tidak hanya menghadirkan fasilitas latihan, tetapi juga mampu menggerakkan berbagai sektor pendukung seperti penyelenggaraan kompetisi, komunitas olahraga, hingga aktivitas ekonomi yang berkaitan dengan olahraga.

Halaman Selanjutnya

"Harapannya, ekosistem ini akan terus berputar dan menjadi sebuah industri olahraga yang berkelanjutan melalui berbagai aktivitas sport yang dikembangkan oleh Bakrieland," ujarnya.