Kemenpar sebut aktivitas wisata di Labuan Bajo utamakan keselamatan

2026/08/23

Kemenpar sebut aktivitas wisata di Labuan Bajo utamakan keselamatan

Minggu, 23 Agustus 2026 16:20 WIB

Image Print

Arsip foto - Sejumlah wisatawan menumpang perahu sekoci menuju kapal pinisi untuk melanjutkan perjalanan wisata ke kawasan Taman Nasional Komodo (TNK) Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (17/8/2026). Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat telah memastikan sektor pariwisata di destinasi super prioritas (DPSP) Labuan Bajo aman untuk dikunjungi pascagempa bumi bermagnitudo 7,7 di wilayah NTT pada Sabtu (15/8). (ANTARA FOTO/Gecio Viana/sth/wsj)

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pariwisata menyebut aktivitas kepariwisataan di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur telah kembali normal setelah provinsi itu diguncang gempa dan mengutamakan keselamatan wisatawan.

"Labuan Bajo tetap terbuka bagi wisatawan dan aktivitas pariwisata secara umum berjalan. Namun, kami tetap meminta seluruh wisatawan dan pelaku pariwisata untuk mengutamakan keselamatan dan mengikuti setiap arahan dari otoritas terkait karena gempa susulan masih terjadi,” kata Menteri Pariwisata Widiyanti dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi di Jakarta, Minggu.

Kemenpar melalui Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) terus memantau kondisi hotel, restoran, kafe, destinasi wisata, fasilitas publik, hingga aksesibilitas di Labuan Bajo dan wilayah Flores. Berdasarkan pantauan BPOLBF hingga Sabtu (22/8) pukul 19.00 WITA, Taman Nasional Komodo tetap dibuka dengan aktivitas normal dan pelayaran menuju kawasan tersebut beroperasi seperti biasa.

Bandara Internasional Komodo Labuan Bajo juga beroperasi normal sesuai jadwal penerbangan. Kemudian aktivitas wisata di Gua Rangko berjalan secara normal dengan sarana dan prasarana dinyatakan aman.

Desa Wisata Compang Liang Ndara telah kembali dibuka pada Sabtu (22/8), sementara Desa Wisata Wae Lolos tetap menerima kunjungan wisatawan.

BPOLBF juga mengoperasikan layanan informasi untuk merespons pertanyaan wisatawan mengenai kondisi destinasi dan keamanan perjalanan pascagempa.

BPOLBF dan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Labuan Bajo meluruskan informasi mengenai penutupan sementara pelayaran menuju Pulau Padar dan Pelabuhan Komodo adalah tidak benar. Imbauan yang berlaku berkaitan dengan potensi gelombang tinggi dan angin kencang di Selat Sape bagian selatan.

Dari sisi konektivitas, Bandara Internasional Komodo Labuan Bajo beroperasi normal sesuai jadwal penerbangan pada Sabtu (22/8).

Seluruh pelabuhan yang dipantau juga masih melayani operasional kapal dan penumpang dengan tetap mengutamakan keselamatan. Layanan perintis tetap berjalan dan belum terdapat permintaan deviasi trayek.

Kemenpar menyatakan kondisi di Labuan Bajo perlu dibedakan dengan sejumlah wilayah lain di Flores yang masih membutuhkan penanganan dan asesmen keselamatan lebih lanjut.

“Kondisi setiap wilayah tidak sama. Karena itu, wisatawan yang akan melanjutkan perjalanan dari Labuan Bajo menuju daerah lain di Flores kami minta selalu memeriksa informasi terbaru mengenai kondisi destinasi, jalan, bandara, dan layanan telekomunikasi,” kata Menpar Widiyanti.

Hingga Sabtu (22/8), beberapa jalur darat utama Flores telah kembali berfungsi, sementara sebagian lainnya masih dalam penanganan.

Data yang dihimpun BPOLBF, menyebutkan hingga Sabtu (22/8)pukul 18.00 WIB tercatat ribuan gempa susulan setelah gempa utama Flores.

Widiyanti meminta wisatawan tetap tenang, namun, waspada serta menjadikan informasi resmi pemerintah sebagai rujukan dalam melakukan perjalanan. Dia menyatakan pemulihan pariwisata harus berjalan bersama dengan pemulihan masyarakat yang terdampak gempa di berbagai wilayah Flores.

Pewarta : Hreeloita Dharma Shanti
Editor: Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2026