Medan (ANTARA) - Perwakilan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Provinsi Sumatera Utara menyatakan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di wilayah tersebut menunjukkan tren positif sampai Juni 2026.
"Kinerja penyaluran KUR di Sumatera Utara sampai dengan Juni 2026 menunjukkan tren positif dalam mendukung permodalan para pelaku UMKM (usaha mikro, kecil dan menengah)," ujar Perwakilan Kementerian Keuangan Sumatera Utara Rudy Rahmaddi dalam keterangan diterima di Medan, Jumat.
Rudi mengatakan untuk KUR, total penyaluran tercatat sebesar Rp8,44 triliun atau tumbuh 14,85 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025, yang diberikan kepada 128.552 debitur.
Lebih lanjut, sektor pertanian, perburuan, dan kehutanan menjadi sektor penerima KUR terbesar dengan realisasi Rp3,93 triliun kepada 63.061 debitur.
Kemudian penyaluran KUR itu diikuti oleh sektor perdagangan besar dan eceran dengan nilai Rp2,76 triliun kepada 40.835
debitur.
Tiga daerah dengan tingkat penyaluran KUR tertinggi adalah Kabupaten Deli Serdang dengan nilai penyaluran sebesar Rp1,06 triliun, Kota Medan Rp897,42 miliar dan Kabupaten Langkat sebesar Rp647,84 miliar.
Untuk penyaluran pembiayaan Ultra Mikro (UMi) di Sumut, Perwakilan Kemenkeu Sumut mencatat sampai dengan Juni 2026 mencapai Rp497,48 miliar, atau tumbuh 22,59 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025, yang diberikan kepada 73.494 debitur.
Sektor perdagangan besar dan eceran masih yang paling dominan, dengan realisasi Rp481,65 miliar atau sekitar 96,82 persen dari total penyaluran, dengan jumlah debitur mencapai 71.194 orang.
Kemudian tiga daerah dengan tingkat penyaluran UMi tertinggi yakni, Deli Serdang dengan nilai penyaluran sebesar Rp 51,94 miliar, Langkat sebesar 50,62 miliar dan Medan sebesar Rp49,96 miliar.
Pewarta: M. Sahbainy Nasution
Editor : Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.